oleh

Penerima PKH DiMinsel Diduga Tidak Tepat Sasaran, Orang Berduit Jadi Penerima.

rio-jWartasulut. Com, Amurang– Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program perlindungan sosial yang memberikan bantuan uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) diduga tidak tetap sasaran.

Rio Joseph Sebagai Tokoh pemuda Minsel, saya minta agar para penerima PKH dapat di tinjau kembali, serta harus ada validasi data bagi penerima PKH tersebut, agar penerima PKH tidak salah sasaran, ada indikasi kuat penetapan penerima bantuan PKH itu disalah gunakan. Diduga pendataan yang dilakukan lebih mengarah pada unsur keluarga dan kerabat, dari pada masyarakat atau keluarga yang benar layak untuk menerima program ini, “Karena itu, saya meminta Badan Pusat Statistik (BPS) Minsel serta Instansi terkait yakni Dinas Sosial untuk melakukan verifikasi kembali,
agar kepala keluarga yang tak sesuai dengan kriteria penerima PKH di tahun 2016 ini, dapat dicoret dari daftar penerima. Ujarnya.

Kendati demikian, Joseph mengharapkan, lebih baik Dinas terkait atau pendamping PKH segera memindahkan keluarga mampu yang mendapatkan PKH untuk selanjutnya diberikan kepada warga yang memang benar-benar miskin. “Dari pada menimbulkan masaalah di belakang hari,” tutupnya.

Pantauan media ini saat penyaluran di kantor pos amurang, dimana para penerima PKH yang mengantrian banya yang menggunakan perhiasan mewah, berkomunikasi menggunakan HP Android bermerek, dan beberapa penerima memiliki mobil pribadi, hal ini boleh terjadi karena para petugas sensus yang ada di Desa/Kelurahan menganut sistem pilih kasih, hanya orang atau keluarga tertentu saja yang didaftarkan sedang keluarga yang benar miskin dan sangat layak untuk menjadi penerima tidak didaftarkan. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed