oleh

Penggunaan Dandes Jangan Hanya Terfokus Pada Infrastruktur, Sektor Pertanian Harus Diperhatikan, Sehingga Tingkat Inflasi Boleh Ditekan.

baritolahan-jagung-di-tanah-karo-660x330

Wartasulut. Com, Amurang — Pada umumnya penggunaan Dana Desa (Dandes) disetiap Desa yang ada Kabupaten Minahasa Selatan hanya terfokus pada pembangunan Infrastruktur, dana Miliaran rupiah tiap tahun yang masuk disetiap desa ini, sangat disayangkan tak pernah dialokasikan penggunaannya untuk pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan sektor pertanian.

Ahli Tani Andalan KTNA Nasional Yulian Umpel, terkait hal diatas angkat bicara, menurutnya, salah satu inovasi yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah penguatkan sektor pertanian dengan memberikan keuntungan kepada para petani.

“Pertanian harus memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi para petani. Karena meraka yang akan menjadi pelayan bagi lingkungan hidup. Dengan hal ini maka konsep petani bisa diterapkan. Karena inovasi teknologi yang tepat guna dan tepat sasaran sesuai lokasi dan karakteristik lahan. Selain itu dengan dampak lingkungan yang cenderung rendah karena masih mengadopsi kearifan lokal dan teknologi serta manajemen lahan sesuai kondisi lokal,” ujar Umpel, Senin (7/11).

Menurut Umpel, perlu keseimbangan serta desentralisasi kebijakan ekonomi pertanian, sebagaimana arah perekonomian pemerintah Minahasa Selatan yakni Bupati Cristiany Eugenia Paruntu, SE dan Wabup Frangky Donny Wongkar, SH  menjadikan Minahasa Selatan sebagai sentra produksi jagung.

peran usaha mikro, kecil dan menengah harus difungsi, pemanfaatan lahan tidur sebagai lahan garapan untuk pertanian juga perlu dikembangkan ,  kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya petani untuk bercocok tanam harus ditingkatkat, ketika hal-hal ini dikembangkan minat masyarakat untuk bertani akan meningkat, sektor pertanian mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. namun semuanya ini memerlukan biasa, untuk itu perlu perhatian pemerintah desa untuk penataan anggaran bagi pengembanggan petani pedesaan melalui dana desa maupun sumberdana lainnya yang ada.

jika ini bisa terealisasi dan berjalan dengan baik akan berdampak pada menurunnya tingkat penggangguran, pengurungan jumlah keluarga miskin karena para petani akan mengalami peningkatan pendapatan karena hasil panennya meningkat, pemanfaatan lahan tidur untuk lahan pertanian makin banya, ketika tanaman yang ditanami yakni Jagung, Tomat, Bawang, serta Rica/Cabe yang merupakan penyumbang inflasih tertinggi didaerah ini, tingkat Inflasih boleh ditekan kelevel yang lebih rendah, tentu saja tingkat pertumbuhan ekonomi masyrakat pun akan meningkat. Tutur Umpel. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed