oleh

MUI Dan NU Menolak Kehadiran FPI Dan Organisasi Radikalisme Di Minsel.

Ketua NU dan Ketua MUI Minsel

    Ketua NU dan Ketua MUI Minsel

Wartasulut. Com, Amurang–
Kedamai dan keharmonisan serta rasa ke keluarga antara sesama masyarakat yang tercipta diKabupaten Minahasa Selatan, jangan dihancurkan oleh paham-paham radikalisme yang mengatas namakan agama.

Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Hj. Ishak Ahmad, kepada media ini, Senin (21/11) selesai pertemuan dengan Wabup Minsel, mengatakan, 4 Pilar kebangsaan adalah Harga Mati dan tak bisa diotak atik oleh kepentingan individu maupun kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama.

Dalam ajaran islam diajarkan untuk mengasih antar sesamanusia dan hal ini pun juga diajarkan oleh golongan agama lainnya yang ada diindonesia. Sebagai Ketua MUI Minsel, saya mengajak kepada seluruh umat muslim agar mengantisipasi provokar yang datang dari luar dengan berpura-pura melakukan dakwah atau ceramah dimasjid, kita harus meminta keterangan identitas yang bersangkutan, dengan begitu kita dapar mengetahui apa ia orang baik atau tidak, dan kepada para tokoh agama jangan cepat terpengaruh dengan isu-isu yang kita dengar sebelum kita mendapat kejelasan atas apa yang disampaikan, segala hal yang berbau “Radikalisme dan FPI” yang ingin masuk diMinahasa Selatan dengan tegas MUI


menolaknya, Tutur Ahmad

Sementara Ketua Nadatul Ulama (NU) Minsel Hj. Rusdi Karim menjelaskan, paham Radikalisme apapun yang bertentangan dengan Undang-undang serta Pancasila  NU menolak kehadirannya ditanah Minahasa Selatan, Ucap Karim (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed