oleh

Sumuweng : faktor Cuaca Mempengaruhi Harga Sembako, Masyarakat Diharapkan Tingkatkan Budaya Menanam

sidak-pasar

Wartasulut. Com, Amurang – Dampak musim hujan disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berimbas pada kebutuhan bahan pokok yakni Bawang, Rica, dan Tomat (Barito). Dimana dipasaran harga ketiga komoditi ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan, kenaikan yang sangat tinggi terjadi pada komoditi Rica/ dimana merata disetiap Pasar yang ada di Minsel harganya di patok 70-75 Ribu/ Kilogram.

Kenaikan harga yang cukup tinggi pada ketiga komoditi ini mendapat perhatian khusus Dinas Perdagangan, perindustrian dan pasar Minsel, dimana pada Rabu (11/1) pagi tadi, tim yang dipimpin Kadis Adrian Sumuweng SP.M.Si melaksanakan pemantauwan serta ketersediaan bahan kebutuhan ini disejumlah pasar yang ada diMinahasa Selatan.

Kadis Perdagangan, perindustrian dan pasar Minsel Adrian Sumuweng, SP, M.Si kepada media, pihak telah melaksanakan monitoring di 8 Pasar  yang ada di Minsel yakni Modoinding, Tompaso Baru, Motoling, Poigar, Tenga, Amurang, Tumpaan, Tareran. Dari ke 8 pasar harga barito yang dijual para pedagang mengalami kenaikan, yang paling menonjol mengalami kenaikan yaitu Rica/Cabe dimana harga yang dijual berada pada 70-75 Ribu/Kg.

Adapun penyebab kenaikan harga ini disebabkan karena faktor cuaca. Cuara hujan yang tinggi menyebabkan tanaman Bawang, Tomat, serta Rica/Cabe tak maksimal menghasilkan buah, buah yang dihasilkan banya yang busuk sebelum waktu panen, sehingga hasil panen petani pun mengalami penurunan, sedikitnya hasil panen yang diperoleh petani membuat harga penjualan kepada pedagang mengalami peningkatan, agar mendapat keuntungan para pedagang pun saat menjual kepasar harus menaikan harga, hal inilah yang mempengaruhi terjadinya kenaikan harga barito dipasaran, jelas Sumuweng
Ia pun menghimbauwan kepada para petani agar dalam melakukan penanam Barito sebaiknya menggunakan bibit yang bermutu, dengan begitu tumbuhan yang ditanam  boleh menghasilkan yang baik, kepada masyarakat pun diharapkan untuk memanfaatkan wadah-wadah yang ada seperti pekarangan, maupun barang-barang yang sudah tak terpakai untuk ditanamai tanaman yang sering menjadi kebutuhab sehari-hari, apa terlebih Rica/Cabe, ucap Sumuweng (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed