oleh

Diduga Tak Sesuai Bestek Pembangunan Talud DiDesa Motoling Asal Jadi

FB_IMG_1486463192128
Wartasulut. Com, Amurang– Pembangunan talud senilai Rp. 143 Juta di Desa Motoling, Kecamatan Motoling diduga asal jadi tidak sesuai dengan bestek dan spesifikasi bangunan.
Indikasinya  struktur talud  yang dibangunan hanya bagian depan berdiameter 50 Cm pasangan batu dan semen sedangkan  pada bagian tengah sampai belakangan fondasi berdiametre 50 Cm memakai tanah tras, parahnya lagi pembangunan talud ini tak ada lantai kerja atau kaki pondasi untuk menahan beban talud maupun aliran air, anehnya lagi pelaksanaan pembangunan ini tak ada papan proyek.

Warga menduga, pemborong hanya asal bangun dan yang penting selesai tepat waktu dan sesuai dengan volume pekerjaannya. Panjang talud sendiri sekitar 20 meter dengan volume tinggi 4,20 Cm. Warga sekitar Fery Sondahk mengatakan, sebenarnya sangat senang ada bangunan talud di daerahnya apa terlebih sebagai penyangga didaerah aliran sungai yang berdekatan dengan kaki jembatan yang ada di Desa mereka, Namun yang menjadi persoalan adalah kualitas bangunan tersebut yang rendah.

Dengan kondisi itu dikhawatirkan umur talud tidak akan lama. Untuk apa banyak tapi cepat rusak,” ucap Sondahk, Selasa (7/2)

Diduga terjadinya penyimpangan dalam pembangunan talud ini, karena tidak ada pengawasan dari instansi terkait. Terutama saat proses pembangunan. Sehingga apa saja bahan yang digunakan dan apakah sesuai atau tidak ukuran material untuk mem bangun, tidak ada yang mengontrolnya.  ungkapnya.
Sondahk mengungkapkan, untuk masalah ini warga sudah menyampaikan kepada pemerintah desa dan mengharapkan agar instansi berwenang segera melakukan peninjauan kelapangan.
Termasuk segera melakukan tindakan atas bangunan talud itu. Bukan sebaliknya, baru bertindak setelah ada kejadian atau korban. “Kami khawatir, jika dinding talud terus digerus air, bangunan talud akan ambles. Sebab di dalamnya hanya tras. “Lain jika di dalamnya semen dan batu,  kalau kena air justru akan semakin kuat,” katanya.

Kepala Dinas PU  Minsel Joutje Tuera saat dikonfirmasi media ini mengatakan, belum dapat memberikan komentar soal pembangunan talud yang diduga menyalahi ketentuan tersebut. Meski begitu, bukan berarti tidak akan ada tindakan. Sebagai langkah awal segera akan melakukan pengecekan lapangan.

Sehingga dari pengecekan itu dapat diketahui kondisi yang sebenarnya. “Jika hasilnya tidak sesuai dengan bestek dan spesifikasi, maka pelaksana proyek harus memperbaiki proyek itu, sesuai dengan ketentuan,” tandasnya. (feidy lahope)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed