oleh

Penjelasan Lurah Uwuran Dua Terkait Penggunan Dana BOK Dinilai Tak Sesuai Hanya Rekayasa, Pihak Berwajib Diminta Lakukan Penyelidikan

20161006_020204_harianterbit_uang

Wartasulut. Com, Amurang—Penjelasan lurah Uwuran Dua Kecamatan Amurang Brieve Kaunang bahwa Dana BOK (bantuan opersional kelurahan) yang artinya untuk biaya Operasional, ATK (alat tulis kantor), pemberdayaan, penunjang kelurahan serta fisik, juga untuk Operasional, ATK, pemberdayaan serta fasilitas penunjang dikantor seperti Komputer, Alat Pemangkas rumput, TV, dan lain-lain.

Menurut masyarakat bukan alasan yang tepat, masakan selama 2 tahun (2015 dan 2016) hanya computer saja yang dibeli, untuk mesin pemangkas rumput kalau memang ada kenapa tak pernah dipergunakan, lihat saja tanah yang ada disamping kantor kelurahan keadaannya seperti hutan kenapa tak pernah dibersihkan. Setauh kami masyarakat dana BOK itu diberikan pemerintah daerah Minsel setiap tahun, jika memang ada program pembuatan Portal dan Jalan Setapak yang Rusak kenapa tak dilaksanakan, kenapa masih disimpan diBank.

Yang lebih mengherankan lagi, dalam penyusunan program untuk penggunaan dana BOK sebesar 30 Jutaan tak pernah dilakukan rapat bersama antara pemerintah kelurahan dan masyrakat pada 2 tahun ini, sedangkan amanat undang-undang masyarakat berhak mengawasi setiap penggunaan anggaran yang masuk disetiap Kelurahan/Desa baik yang bersumber dari APBN maupun APBD. Terkait penggunaan dana itu juga harus ada pelaporan pertanggung jawaban yang transparan baik kepada pemerintah daerah maupun masyarakat, kenyataannya pelaporan sengajah disembunyikan oleh sang lurah.

kepada pihak berwajib dalam hal ini kepolisian maupun kejaksaan untuk melakukan pemeriksaan penggunaan dan BOK tahun 2015 dan 2016 dikelurahan Uwuran Dua, yang disinyalir terjadi korupsi yang dilakukan oleh sang lurah, jelas beberapa masyarakat yang tak mau namanya ditulis, Jumat (10/3)

informasi yang didapat media ini dari staf yang ada dikelurahan dan tak mau namanya ditulis, untuk alat tulis kantor (ATK) berupa kertas maupun bollpoint boleh ada dikantor karena inisiatif para pegawai mengumpulkan sejumlah uang untuk membelinya. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed