oleh

Iuran Air Bersih DiUwuran Dua, Hanya Memperkaya Pala Dan Mantan Pala

kran-air1

Wartasulut. Com, Amurang — Pembangunan fasilitasi AIR BERSIH bersumber dari anggaran PNPM yang dibangun dibeberapa titik untuk diperuntukkan bagi masyarakat diKelurahan Uwuran Dua Kecamatan Amurang, disinyalir hanya menjadi lahan penghasilan untuk memperkaya diri bagi sang pala dan mantan pala.
Adapun pembangunan fasilitas air bersih untuk melayani kebutuhan air masyarakat dibangun dilokasi yaitu
1. Lingkungan 2 diperuntukkan untuk masyarakat lingkungan 2 dan 5
2. Lingkungan 4 diperuntukkan untuk masyarakat lingkungan 1, 3 dan 4
3. Lingkungan 8 diperuntukkan untuk masyarakat lingkungan 6, 7 dan 8
4. Lingkungan 10 diperuntukkan untuk masyarakat lingkungan 9 dan 10
Dari ke 4 pusat mata air yang dibangun satu diantaranya sudah tak jalan disebabkan mesin pompa yang ada telah rusak. Sedangkan 3 yang masih berjalan sampai saat ini yakni dilingkungan 2, 4 dan 10 dimana proses penagihan retribusi tagihan dilakukan oleh VL alias Venki (Mantan Pala), WT alias Wempi (Mantan Pala), dan JS alias Joko (Pala). Biaya penagihan retribusi diduga hanya memperkaya ketiga oknum ini, biaya yang ditagih kemasyarakat/pelanggan hanya masuk kekantong pribadi ketiganya. Hal dikarenakan tak pernah dilaksanakan rapat pertanggung jawaban keberadaan dana yang ada kepada masyarakat melalui rapat antara pemerintah Kelurahan, masyarakat dengan mereka para penagih ini.
Salah seorang masyarat Johanis Lahope kepada media ini, Selasa (29/3) mengatakan, apakah fasilitas air bersih yang dibangun ini hanya untuk menjadi lahan pencarian para pala dan mantan pala, sebagaimana masyarakat kami merasa sangat dirugikan dengan ulah para pala dan mantan pala yang ditunjuk untuk mengelolah bahkan melakukan penagihan retribusi, bayangkan saja proses penagihan telah dilakukan sejak tahun 2013, namun sampai saat ini tak pernah dilakukan pertanggung jawaban, dikemanakan dana tersebut, ucap Lahope
Ditempat terpisah Piter Pangkey meminta pihak berwajib melakukan pemeriksaan kepada oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi ini, dana yang mereka kumpulkan setiap bulan tidak sedikit lihat hanya, 1 buah sumber air diperuntukkan untuk pemakaian masyarakat yang ada didua lingkungan, rata-rata perlingkungan 50 KK, jadi 2 lingkungan  ada 100 pelanggan ditagih iuran 10 ribu/pelanggan maka perbulan Rp. 1 juta pertahun Rp. 12 Juta, dikalikan 3 berarti dana yang terkumpul sekitar Rp. 36 Juta, jika dana ini dipergunakan sudah dapar membangun infrastruktur seperti jalan setapak ataupun saluran air, namun kenyataannya dana tersebut hanya masuk kekantong pribadi mereka yang melakukan penagihan yaitu pala dan mantan pala, ini merupakan bentuk tindakan korupsi. Sebagai masyarakat meminta kepada pihak berwajib polisi dan kejaksaan untuk melakukan penyidikan hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jelas Pangkey. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed