oleh

Bupati Tetty : Rumah Layak Huni Program Pemerintah, Lurah/Kumtua Tak Perlu Takut Masukkan Data Penerima.

FB_IMG_1490791944197

Wartasulut. Com, Amurang– Minimnya pemasukan data keluarga untuk diusulkan dalam  “Program Rumah Layak Huni” yang dilakukan Pemerintah Desa/Kelurahan disebabkan para Lurah dan Hukum Tua masih trauma dengan kejadian yang dilakukan salah satu perusahaan pada beberapa waktu lalu. Akan hal ini mendapat tanggapan dari Bupati Cristiany Eugenia Paruntu, SE.

Menurut Bupati Cristiany Eugenia Paruntu, SE. Kekawatiran pemerintah Desa/Kelurahan dalam hal ini Kumtua maupun Lurah cukup beralasan. Namun perlu diingat rumah merupakan bagian paling esensial dari kehidupan setiap keluarga dan secara naluriah seorang kepala keluarga akan berupaya sekuat tenaga mencari dan mendapatkan sebuah rumah untuk ditempati istri dan anak-anaknya. Rabu (29/3)

“Tentu saja semua orang berkeinginan rumah yang ditempati memenuhi syarat-syarat kelayakan, tetapi kenyataannya masih banyak yang belum layak huni karena keterbatasan penghasilan keluarga. Dengan program Rumah Layak Huni pemerintah datang membantu masyarakat membangun rumah yang layak.

Para Kumtua maupun Lurah tak perlu takut memasukkan data keluarga untuk diusulkan sebagai penerima program ini, program Rumah Layak Huni (RLH) merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat. Dalam upaya membangun rumah tempat tinggal masyarakat yang sehat. Data yang dimasukkan akan diverifikasi, sehingga dalam pelaksanaan nantinya rumah yang akan dibangun tepat sasaran, tidak terjadi kesalahan saat penyaluran bantuan,” kata Bupati. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed