oleh

Tak Adanya Jembatan, Jalan Penghubung Desa Poopo Dan Desa Keroit Tak Bisa Dilalui.

 

received_291249727963083

Wartasulut. Com, Ranoyapo — Program pemerintah daerah dibidang infrastruktur, dengan melaksanakan pembangunan jalan penghubung desa yang bertujuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat tak sepenuhnya dirasakan sejumlah desa, lihat saja Pembanguna jalan yang dibangun tahun 2008 silam sepanjang 6 Km untuk menghubungkan Desa Poopo Barat dan Desa Keroit, seakan mubasir tak bisa dipergunakan, hal ini disebabkan sejumlah sarana pendukung berupa jembatan tak kunjung dibangun sampai sekarang, akan hal ini menjadi pertanyaan ditengah masyarakat.

 

received_291249584629764

Seperti diungkapkan Ferry Purukan, seharus jalan penghubung Desa Poopo dan Keroit sudah bisa dipergunakan, karena keberadaan jalan dengan panjang 6 Km ini, bukan hanya pada tahap perintisan tapi sudah masuk pada tahap pengerasan, namun sangat disayangkan tepat berada dibagian sungai hanya kaki jembatan saja yang dibuat, dan sampai saat ini tak ada pekerjaan lanjutan untuk menyelesaikan jembatan yang ada. Sebagai masyarakat yang juga petani sangat mengharapkan jembatan tersebut boleh diselesaikan, karena akan sangat membantu petani untuk menghemat biaya angkutan saat mengeluarkan hasil pertanian yang kami miliki, Ucap Purukan yang juga adalah Tokoh Masyarakat Desa Poopo Barat. Senin (10/4)
Ditempat terpisah Manuel Wowiling Warga Desa Poopo, mengatakan, pemerintah daerah seakan tak peduli untuk melanjutkan pembangunan jalan penghubung kedua desa (Poopo/Keroit) tersebut, lihat saja, sejak dikerjakan sampai sekarang kondisinya tak ada peningkatan, tak ada tindakan ataupun terobosan yang dilakukan pemerintah untuk merampungkan keberadaan jembatan. Karena sebagian besar perkebunan yang ada diwilayah itu milik warga poopo, tak adanya perhatian pemerintah sebagai masyarakat kami kecewa dengan hal ini, sekian tahun kami berharap agar jembatan yang ada boleh dikerjakan tapi ternyata harapan kami hanya sia-sia, ungkap Wowiling
Sementara itu Warga Desa Keroit Marthen Mewengkang , mengatakan, jika jalan penghubung desa ini bisa dipergunakan, akan sangat membantu masyarakat Desa Keroit untuk memasarkan hasil pertanian, hanya menempuh jarak 6 Km masyarakat sudah bisa berada dipasar poopo. Tapi karena jalan tersebut tak bisa dilalui, terpaksa kami (masyarakat) harus melalui jalan yang melewati Desa Lalumpe yang jaraknya sekitar 10 Km, jika melalui Desa Raanan Baru harus menempuk jarak 14 Km dengan kondisi jalan rusak parah, situasi ini menyebapkan kami harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk memasarkan hasil pertanian. Sebagai masyarakat Keroit kami berharap pemerintah daerah boleh memperhatikan apa yang masyarakat alami, dengan melanjutkan Pembangunan jalan penghubung ini, sebab hal ini sudah kami usulkan disetiap kali pelaksanaan Musrenbang Kecamatan, tapi tak pernah ditindaklanjuti oleh Pemda, Jelas Mewengkang. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed