oleh

Disinyalir Banya TKA Ilegal Di PT. SEJ, Pihak Imigrasi Lemah Lakukan Pengawasan.

12745699_197724357254056_6893340366551010483_n_resized

 

Wartasulut. Com, Amurang — Pengawasan tenaga kerja asing (TKA) ilegal diProvinsi Sulawesi Utara (Sulut) belum optimal. Pihak Imigrasi dinilai lemah melakukan pengawasan keberadaan para TKA, lebih khusus para TKA asal Cina yang bekerja diperusahaan tambang emas PT. SEJ yang ada diKabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Dari data yang dilaporkan pihak perusahaan beberapa waktu lalu saat shearing bersama DPRD Minsel Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negeri Cina yang dipekerjakan pihak perusahaan berjumlah 36 orang, namun dilapangan jumlah TKA melebihi dari apa yang dilaporkan.

Informasi yang dirangkum media ini, dari sejumlah masyarakat yang keseharian beraktivitas diradius 20-50 meter dari lokasi tambang. Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang bekerja di PT. SEJ berjumlah ratusan. Ini terlihat ketika mereka melakukan apel baik pagi maupun sore selesai bekerja, kapasitas tempat berupa lapangan yang dilokasi tambang hampir tak mampu menampung para  TKA. Ucap para sumber yang tak mau namanya ditulis

Camat Motoling Timur Sonni Umboh saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tak memilki data rill tentang keberadaan para TKA asal Cina yang kini bekerja dipertambangan PT. SEJ.

Pihaknya telah menerima laporan, keberadaan para TKA yang ada kini bekerja diPT. SEJ, masuk kedaerah ini dan bekerja diPT. SEJ menggunakan visa kunjungan sebagai Turis, bukan visa sebagai pekerja. Yang sangat disayangkan saat pemerintah kecamatan melakukan kunjungan untuk mencari data oleh pihak perusahaan tak diijinkan masuk. Selalu ditolak saat melakukan peninjauan keperusahaan dengan berbagsi alasan. Jelas Umboh

Tokoh pemuda Motoling Ricard Kesek pun angkat bicara terkait hal diatas, menurutnya, seharusnya pihak Imigrasi lebih extra dalam melakukan pengawasan terkait keberadaan pars TKA yang kini berada didaerah  provinsi Sulawesi Utara, tak terkecuali mereka (TKA, Red) yang saat ini bekerja diPT. SEJ. Ketika keberadaan para TKA yang dipekerjakan tak dilaporkan kepada pemerintah, tentunya negara akan tak mendapatkan keuntungan sebagaimana ketentuan yang diatur oleh Undang-undang tentang keimigrasian lebih khusus ketentuan mempekerjakan tenaga asing. Semakin banya TKA yang dipekerjakan dalam sebuah perusahaan semakin sedikit juga tenaga kerja lokal yang direkrut, menyebabkan tingkat pengangguran tak bisa kita tekan, untuk itu kami meminta pihak imigrasi Sulut menyikapi akan hal ini, melakukan pemeriksaan dilokasi pertambangan SEJ, jika tak sesuai dengan mekanisme perundang-undang langsung ditindaki. Jelas Kesek

Kepala Divisi kanwil sulut Dodi Karnida, HA, disela-sela kegiaran sosialisasi  pembentukan Tim Pengawasa Orang Asing (Timpora) Kabupaten Minsel, yang dilaksanakan, Rabu (26/4) diHotel Sutan Raja Amurang, kepada pada media ini, mengakui pihaknya kekurangan tenaga untuk melakukan pengawasan, namun Ia berjanji akan melakukan pemeriksaan kelokasi Pertambangan SEJ untuk mendata jumlah TKA yang dipekerjakan diperusahaan tersebut, ungkapnya (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed