oleh

Pemkab Canangkan 17 Desa Di Minsel Sebagai Kampung KB.

P_20170523_121746
Wartasulut. Com, Amurang — Jika pada tahun 2016 lalu. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) hanya mencanangkan Desa Popareng sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB).
Ditahun 2017 ini diprogram yang sama (Kampung KB) Pemkab Minsel mencanangkan sebanya 17 Desa (1 Desa/Kecamatan) untuk dijadikan percontohan keberhasilan penerapan program KB. Adapun ke 17 Desa yang ada di 17 Kecamatan tersebut yaitu

– Kecamatan Modoinding Desa Wulurmaatus.

– Kecamatan Maesaan Desa Temboan
– Kecamatan Tompaso Baru Desa Tompaso Baru
– Kecamatan Ranoyapo Desa Lompad
– Kecamatan Motoling Barat Desa Keroit
– Kecamatan Motoling Desa Lalumpe
– Kecamatan Motoling Timur Desa Picuan Satu
– Kecamatan Kumelembuai Desa Makasili Lolombulan
– Kecamatan Tenga Desa Molinow
– Kecamatan Sinonsayang Desa Blongko
– Kecamatan Tareran Desa Tumaluntung
– Kecamatan Suluun Tareran Desa Kapoya
– Kecamatan Tatapan Desa Bajo
– Kecamatan Tumpaan Desa Tangkunei
– Kecamatan Amurang Timur Desa Kota Menara
– Kecamatan Amurang Desa Kilometer Tiga
– Kecamatan Amurang Barat Desa Kapitu
Bupati Cristiany Eugenia Paruntu, SE melalui Sekda Drs. Danny Rindengan, MS,i kepada para pewarta, Selasa (23/5) mengatakan, Pemkab Minsel sangat mendukung pembentukan program Kampung KB dan berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dengan melibatkan partisipasi seluruh SKPD terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian dan perangkat daerah lainnya.
“Kampung KB ini harus dijadikan pilot project dimana instansi terkait dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan prioritas secara bersama-sama, dengan mengesampingkan ego sektoral. Selain itu, hal ini juga merupakan salah satu bentuk revolusi mental, terutama untuk menanamkan nilai gotong-royong dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program pembangunan bagi masyarakat di Kabupaten Minsel,” ungkapnya.
Melalui Rakorda ini Bupati berharap menjadi wahana untuk menyamakan persepsi, visi dan pemahaman di dalam mencari solusi berbagai permasalahan pembangunan khususnya di bidang kependudkan dan keluarga berencana melalui sharing ide, gagasan, informasi dan motivasi.
“Sehingga melalui momentu  strategis saat ini akan terumuskan suatu kebijakan dan program kerja yang solutif, implementasi dan sinergis untuk mempercepat tercapainya visi kependudukan dan visi pembangunan Kabupaten Minsel,” ujar Rindengan. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed