oleh

Ini Penjelasan Kumtua Tumundo, Terkait Keluhan Salah Satu Anggota BPD Akan Masalah Raskin.

RAS-2

 

Wartasulut. Com, Amurang — Terkait keluhan Ribka Kaligis warga Desa Paslaten Kecamatan Tatapan, akan pembagian jatah beras Raskrin yang dilakukan Hukum Tua Steven Tumundo tak sesuai kepada masyarakat, dimana sang kumtua disinyalir dengan sengaja memangkas jatah Raskin bagi warga yang layak menerima bantuan dari Pemerintah. karena para warga merupakan lawan politik dari sang Kumtua terpilih.

Ini Penjelasan Hukum Tua Desa Paslaten satu Steven Tumundo, keluhan yang disampai Ribka Kaligis terkait pembagian Raskrin yang adanya penggurangan jumlah penerima, bahkan pengurangan tersebut dilakukan tidak wajar karena merupakan lawan politik saya itu tidak benar.

Pengurangan jumlah penerima Raskin yang Ia lakukan sesuai dengan surat edaran pemerintah pusat yang diterima dari pemerintah daerah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dimana tahun 2017 ini jumlah penerima Raskin dikurangi 10%. Mengacu dari edaran ini sebagai bawahan harus merealisasikan hal itu, maka dilakukanlah pengurangan jumlah penerima sebesar 10% dan ini merata dilakukan diseluruh daerah diindonesia.

Dan juga untuk keluhannya terkait belum diberikannya tunjangan sebagai anggota BPD itu sangat keliru, sebab uang tunjangan untuk seluruh BPD sudah diserahkan kepada2 pengurus, masalah tunjangannya yang belum dibayar silakan berkoordinasi dengan pengurus BPD. Menurutnya apa yang disangkakan oleh Kalangi taklah benar, ucap Tumundo

Beberapa warga kepada media ini yang tak mau namanya ditulis, mengatakan, mereka sangat menyayangkan dengan apa yang dituduhkan salah satu anggota BPD Ribka Kalangi kepada pemerintah desa dalam hal Kumtua Tumundo. Menurut mereka seharus sebagai bagian dari pemerintah desa, Anggota BPD seharusnya membantu melaksanakan pemerintahan yang ada didesa sehingga boleh berjalan dengan baik, jika pada pilhut waktu lalu terjadi perbedaan dukungan setelah ada kumtua divinitif semua perbedaan itu ditinggalkan dan bersatu membangun untuk kemajuan desa yang kita cintai, bukannya malah menjatuhkan pemerintah desa dengan sengaja mencari kesalahan sang Kumtua, ucap mereka. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed