oleh

Irup Hari Lahir Pancasila, Tetty Ucapkan Pesan Damai Dengan Melepas Ribuan Balon Keudara.

received_423277311391447
Wartasulut. Com, Amurang — Setelah ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh presiden Jokowi pada 1 Juni 2016. Untuk pertama kalinya peringatan Hari Lahir Pancasila diKabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dilaksanakan upara pengibaran bendera merah putih.

FB_IMG_1496656575165
Upara peringatan hari lahir Pancasila yang dilaksanakan dihalan kantor Bupati Minsel, pada kamis (1/6) ini, diikuti oleh ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka datang dengan membawa bendera merah putih dan sebagian mengenakan ikat kepala merah putih. Kegiatan acara yang dipelopori Forum Pers Minsel (FPM) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Minahasa Selatan, Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian disusul membacakan ikrar persatuan dan kesatuan.

 FB_IMG_1496656662169

Acara dilanjutkan dengan melepas ribuan balon keudara oleh Bupati Cristina Eugenia Paruntu, SE didampingi Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH bersama unsur Forkompimda juga seluruh peserta upacara. Bertujuan untuk membuktikan bahwa Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI adalah Harga Mati bagi segenap elemen yang ada ditanah Minahasa Selatan dan tak bisa ditawar-tawar.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam penyampaiannya saat membacakan pidato Presiden Jokowi, mengatakan, upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk yang pertama kalinya ini, meneguhkan komitmen kita agar kita lebih mendalami, lebih menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, sebagai dasar berbangsa dan bernegara.Pancasila merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses, yaitu rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945, yang dipidatokan oleh Ir. Soekarno.

Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para founding fathers kita, para ulama, para tokoh agama, dan para pejuang kemerdekaan dari seluruh Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan yang mempersatukan kita.

FB_IMG_1496656700572

Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah kodrat keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah keberagaman.

Berbagai etnis, berbagai bahasa lokal, berbagai adat istiadat, berbagai agama, kepercayaan serta golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah Bhinneka Tunggal Ika kita, Indonesia.

Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita, selalu mengalami tantangan. Kebinekaan kita selalu diuji.

FB_IMG_1496656586715

Ada pandangan dan tindakan yang selalu mengancamnya. Ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi lain selain Pancasila. Semua itu diperparah oleh penyalahgunaan media sosial, oleh berita bohong, oleh ujaran kebencian yang tidak sesuai dengan bangsa kita.

Kita harus belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme dan konflik sosial, yang dihantui oleh terorisme dan perang saudara.

Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah-masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri ini.

Dengan Pancasila, Indonesia adalah rujukan masyarakat internasional untuk membangun kehidupan yang damai, yang adil, yang makmur di tengah kemajemukan dunia.

FB_IMG_1496656594267

Oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustad, pendeta, pastur, biksu, pedanda, pendidik, budayawan, pelaku seni, pelaku media, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila harus terus ditingkatkan.

Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan, dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

received_272435899886536

Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan.

Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan.

Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila.

Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran, dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan.

Tidak ada pilihan lain, kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong, dan toleran.

Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat di mata internasional.

Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila.

Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti-Pancasila, anti-UUD 1945, anti-NKRI, anti-Bhinneka Tunggal Ika.

Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia.

Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu bergotong royong demi kemajuan Indonesia.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia. Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia. Saya Pancasila.
Ketua panitia FPM Peringatan Hari Pancasila, Feidy Lahope mengatakan, acara ini digelar agar para generasi muda memiliki rasa menghormati dan melestarikan nilai-nilai Pancasila. “Mungkin semuanya sudah banyak yang tahu dengan perayaan ini. Tapi kami ingin masyarakat melakukan hal ini secara continue dikemudian hari,” terangnya.

Menurutnya, Pancasila merupakan harga mati bagi Indonesia. “Tadi yang mengikuti acara ini tidak hanya dari kalangan pejabat pemkab minsel, tapi juga para unsur Forkompimda, para ASN, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, LSM, serta masyarakat yang cinta akan keutuhan NKRI, tandasnya bersama seluruh anggota FPM. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed