oleh

Ribuan Warga GMIM Banjiri Ibadah Agung Peringatan Hut PI Dan PK Di Amurang.

P_20170612_140629

 

Wartasulut. Com, Amurang — Perjalanan panjang 186 tahun Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM di tanah Minahasa, disyukuri melalui Ibadah Agung diLapangan Pondang Amurang pada Senin, 12 Juni 2017. Ribuan peserta hadir dari berbagai unsur, BPMS, MPS, BPPS, Sekretaris Departemen, BPMW, BPMJ hingga Komisi Pelayanan Doa dan Penginjilan(KPDP)jemaat.

Ibadah dipimpin Ketua BPMS GMIM, Pdt.DR.H.W.B.Sumakul. Dalam Khotbahnya, ia menjelaskan makna HUT PI dan PK ke-186 berefleksi iman dari pekerjaan Tuhan dengan kedatangan Riedel dan Schwarz di tanah Minahasa. Sebelum ke tanah Minahasa, keduanya dididik di Roterdam melalui pendidikan yang menanamkan kedisiplinan dan kesetiaan menjalankan tugas. Menurutnya, pekabaran Injil boleh terjadi secara masal juga karena orang-orang Minahasa yang telah dilatih untuk menuntaskan penginjilansecara menyeluruh. Nilai kesalehan atau kekudusan, penguasaan ilmu, teknologi dan ketrampilan, dipadukan menjadi kualitas yang berguna dalam menginjil dan mendidik.  Belajar dari para penginjil dan Daniel di masa PL, di era kini kita perlu memiliki kekudusan, ketahanan atas tekanan, kesabaran dan ketekunan iman.

“Semoga sebagai gereja reform GMIM makin hari makin berjalan di rel yang sebenarnya,” ujar Pdt. Sumakul. Selain penyiapan kader penginjilan ke daerah lain, GMIM juga perlu mengalokasikan dana dalam ber-PI. Gereja disebut gereja jika ia menginjil. Yang terpenting pula bagaimana regenerasi gereja, Injil diturun-temurunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. PI juga harus bisa memasuki dan mengatasi masalah ditengah masyarakat. Mari kita bergandengan tangan menolak Radikalisme, Informasi serta tindakan-tindakan lainnya yang ingin menghancurkan gereja dan bangsa Indonesia. Pdt. Sumakul mengajak warga gereja untuk mengikuti gaya hidup Yesus Kristus serta memiliki komitmen seperti Dia, agar GMIM dapat selalu menjadi garam dan terang dunia.

Dalam sambutannya, Wakil ketua BPMS Bidang Hubungan Kerjasama Sinode GMIM, Pdt. DR. Hein Arina mengatakan bahwa ada harapan ke depan, GMIM akan memiliki “mission center”untuk mendidik warga gereja dan sebagai tempat pembentukan “spiritual formation, mission of teaching and counseling”.Pekerjaan gereja haruslah menyentuh kebutuhan sehingga menjadi berkat di Indonesia dan di dunia. Untuk itu warga gereja harus memiliki “hati misi” yang mau berkorban melalui daya dan finansial. Tanggungjawab panggilan itu juga menyangkut pelayanan bagi yang belum mengenal Injil, termasuk Indonesia yang tercatat sebagai bangsa kedua terbesar di dunia yang memiliki kelompok yang belum tersentuh pemberitaan Injil.

GMIM yang dipanggil selaku umat Allah untuk “sending out” atau diutus keluar, kiranya siap berkorban bagi pelayanan PI, pendidikan, kesehatan. Pdt. Arina mengingatkan agar jemaat membantu pengembangan UKIT dan unit-unit kesehatan milik GMIM. Ke depan, kita menjadi generasi yang sukses artinya, mengasihi Tuhan, mencintai gereja, siap berkorban, mau bekerja sekerasnya sehingga menjadi berkat bagi dunia ini. Momen HUT PI dan PK tahun ini, menjadi lebih spesial karena BPMS berdiri melihat akan kebutuhan warga gereja untuk kepentingan pelayanan.

Bupati Cristiany Eugenia Paruntu. SE dalam sambutannya, berterima kasih kepada BPMS GMIM yang telah mempercayakan Minahasa Selatan menjadi tuan rumah perayaan Hut PI dan PK ditahun 2017. Saya mengajak seluruh warga gereja  serta masyarakat untuk meneladani Riedel dan Schwarz yang melaksanakan misi penginjilan ditanah Minahasa. Apa yang dilakukan kedua penginjil ini menjadi panutan bagi kita untuk berkarya membangun gereja maupu daerah yang kita cintai ini, disamping itu pula mari kira tingkatkan sikap toleransi antar umat beragama, mengesampingkan sikap intoleransi dan bersama menolak Radikalisme yang mengancam keharmonisan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Tutur Tetty panggilan akrab Bupati peraih kartini award

Acara dilanjutkan  dengan melepas peserta pawai pendidikan kristen yang dilakukan Wakil Ketua MPR RI EE. Mangindaan,  Bupati Minsel Cristiany Eugenia Paruntu. SE, Wakil Bupati Franky Donni Wongkar. SH, Sekda Drs. Danny Rindengan. MS,i serta para pendeta maupun pimpinan OPD pemkab Minahasa Selatan.

 

Hadir dalam kegiatan ini Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, pendeta, guru agama, pelsus Penatua dan Syamas se GMIM, unsur Forkompimda. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed