oleh

12 Wilayah GMIM Rayon Minsel Akan Laksanakan Pengucapan Syukur 9 Juli.

image8

Wartasulut. Com, Amurang — Perayaan Pengucapan syukur yang dilakukan masyarakat Minahasa Raya sebagai ungkapan rasa syukur atas berkat yang Tuhan berikan. Awalnya Pangucapan syukur hanya dirayakan oleh warga Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) sebagai tradisi mengucapkan syukur kepada Tuhan atas berkat yang telah diberikanNya.

Seiring dengan perkembangan saman, perayaan pengucapan syukur bukan hanya dilaksanakan oleh warga GMIM saja namun telah mencakup seluruh dedominasi seluruh golongan agama yang ada ditanah Minahasa. Tahun 2017 ini perayaan pengucapan syukur didaerah Minahasa Selatan, terjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat apakah dilaksanakan pada Tanggal 9 atau 16 Juli.

Menyiapkan akan tanggal perayaan pangucap syukur yang akan dilaksanakan pada tahun 2017, sejumlah pendeta GMIM yang juga ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah angkat bicara. Dari 16 Wilayah GMIM yang ada diRayon Minsel. Kami yang ada di-12  sudah menetapkan perayaan pengucapan syukur akan dilaksanakan pada “Tanggal 9 Juli”.

Penetapan perayaan pengucapan syukur tanggal 9 sudah ditetapkan jauh sebelumnya, tepatnya pada bulan Januari lalu dalam rapat majelis jemaat penyusunan program jemaat tahun pelayanan 2017. Dan untuk perayaan pengucapan pada Tanggal 9 Juli itu telah disampaikan kepada jemaat dalam ibadah digereja pada minggu pertama bulan juni ini. Untuk perayaan pengucapan syukur warga GMIM yang ada di 12 Wilayah serayon Minsel akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli. Karena sudah menjadi tradisi bagi kami warga GMIM yang ada diRayon Minsel, setiap minggu kedua Bulan Juli setiap tahun akan melaksanakan perayaan pangucapan syukur. ” Jelas Ke-12 ketua Wilayah GMIM selesai kegiatan Seminar Misi dan Pendidikan Kristen , dalam rangka HUT ke 186 PI dan pendidikan Kristen. Yang dilaksanakan diGMIM Syaloom Amurang, Sabtu (17/6) ini.

Kami mengharapkan. “Dalam merayakan pengucapan syukur nanti, kiranya rayakan dengan kesederhanaan, tidak dengan pesta pora, jangan mengkonsumsi minuman keras, yang kadang kala menjadi awal mula pertengkaran atau keributan. Kita harus memahami makna dari perayaan pengucapan syukur ini adalah mengucap syukur kepada Tuhan atas berkat yang sudah Tuhan beri kepada kita. “Jelas para pendeta (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed