oleh

Tak Terima Difitnah lakukan Korupsi, Tumurang Akan Pidanakan Jes Lonteng Cs

FB_IMG_1502382681491

 

Wartasulut. Com, Amurang – Pernyataan Koordinator kelompok Transparansi Desa Ritey yang juga adalah mantan Hukum Tua Jes lonteng beberapa waktu lalu yang dimuat oleh salah satu televise nasional, bahwa telah ada penyalahgunaan anggaran Dana Desa tahun 2015 yang berindikasi hanya untuk memperkaya diri sang Hukum Tua Lendie Tumurang, akan berbuntut sampai keranah hukum.

Menurut Hukun Tua Lendie Tumurang, apa yang disampaikan Jes Lonteng adalah merupakan fitnah serta pencemaran nama baik. saya akan melaporan yang bersangkutan kepihak kepolisian untuk diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. “jelas Tumurang

Jika yang Jes Lonteng Cs katakan bahwa telah melakukan korupsi Dana Desa, berikut perincian pembangunan infrastruktur diDesa Ritey yang bersumber dari anggaran Dana Desa :

* Tahun 2015 pagu anggaran sebesar Rp. 240.840.000 *

Pekerjaan yang dilaksanakan

  1. Pembuatan jalan setapak sepanjang 70 Meter
  2. Pembuatan rabat beton jalan pekuburan sepanajanh 40 Meter (dipekuburan lama dan baru)
  3. Pelebaran jalan lingkar desa sepanjang 1.100 Meter
  4. Pelebaran jalan kebun kowal sepanjang 900 Meter
  5. Perintisan dan pelebaran jalan kebun maluluk sepanjang 1000 Meter
  6. Pelatihan menjahit 4 hari

*Tahun 2016 pagua anggaran sebesar Rp. 599.069.000

Pekerjaan yang dilaksanakan

  1. Pengaspalan jalan nkebun amange
  2. Pembuatan jembatan kebun maluluk dengan volume tinggi 9 meter, panjang 9,5 meter, dannlebar 4 meter, dimana lokasi jembatan berjarak 7 Km dari perkampungan, sehingga biaya material yang dikeluarkan 3 kali lipat dari harga biasa
  3. Pelebaran jalan kebun sendowan sepanjang 1 Km.
  4. Pelebaran jalan kebun panomalenos sepanjang 1 Km.

Dari sejumlah pekerjaan diatas ditambah biaya pajak belanja material berapa total biaya yang dikeluarkan, namaun oleh kelompok Transparansi Masyarakat Desa Ritey (Jes Lonteng Cs), Saya dituduhkan telah melakukkan korupsi Dana Desa pada tahun 2015 sebesar Rp. 200 Juta dan pada tahun 2016 sebesar Rp. 257 Juta. “Apakah ini masuk akal”. Atas dasar tuduhan mereka, saya akan melaporkan hal ini kepihak kepolisian, berkas pelaporan telah dibuat. Jika tidak ada kendala Jumat (10/8) besok ataupun pada minggu ini berkas tersebut akan saya masuk kepolres minsel, “tutur Tumurang (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed