oleh

DPMPTSP Minsel Sosialiosasikan Perka BKPM No. 17 Tahun 2015 Kepada Para Pelaku Usaha.

received_1911166552539401

Wartasulut. Com, Amurang – Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menggelar kegiatan sosialisasi peraturan Penanaman Modal dan Perizinan “Perka BKPM Nomor 17 Tahun 2015 tentang pedoman dan tata cara pengendalian pelaksanaan penanaman modal dan juga Amanah undang-undang No. 25 tahun 2007 tentang penanaman modal” kepada para pelaku usaha baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Acara yang dilaksanakan diruang rapat lantai 4 kantor Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Senin (14/8) ini, yang dibuka oleh Asisten II Decky Keintjem,

 

Kegiatan sosialisasi yang mengusung topic “Perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan wajib memasukkan Laporan kegiatan Penanaman Modal”. Bertujuan mengajak kepada setiap perusahaan yang sudah memiliki ijin prinsip penanaman modal dan ijin usaha wajib menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) kepada DPMPTSP Provinsi dan Kabupaten, hal ini akan menjadi dasar perhitungan realisasi investasi baik provinsi maupun Kabupaten. Bagi Perusahaan yang masih dalam tahap konstruksi wajib memasukkan LKPM setiap 3 bulan sekali, sedangkan perusahaan yang sudah pada tahap produksi wajib menyampaikan laporan setiap enam bulan sekali.

P_20170814_150358

Menurut, Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaann Penanaman Modal Provinsi Sulawesi Utara Yani Rembet SE, M.Si salah satu pembicara dalam kegiatan sisoalisasi ini, dari data ada beberapa perusahaan yang sampai saat ini belum pernah memasukkkan LKPM, dengan dilaksanakannya kegiatan ini pihak perusahaan akan aktif melaporkan Kegiatan Penanaman Modalnya. Ketika perusahaan rajin memasukkan LKPM kepemerintah baik provinsi maupun kabupaten, dengan sendirinya nilai investasi baik provinsi maupun kabupaten akan meningkat, “tutur Rembet

 

Sementara dari Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang juga membawakan materi dalam kegiatan ini dari Bidang Perizinan Adhesi M. Ulaan. ST, Bidang Pengendalian danPengawasan Vilani R. Y Kewo, S.Pd, serta

Bidang Pengembangan Promosi dan penanaman modal Patra Onsu, ST.

 

Para pelaku usaha, kepada para media saat diwancarai, mengaku puas dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini, menurut mereka sosialisasi ini merupakan sauatu pembelajaran yang sangat berarti bagi mereka, dengan begitu mereka lebih mengetahui apa yang menjadi kewajiban mereka, yang harus diberikan kepada pemerintah baik provinsi maupun kabupaten, “ujar mereka (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed