oleh

Kolantung : Dandes Tahap I Diprioritaskan Untuk Pembangunan Jalan Sentra Tani.

P_20170822_141014

Wartasulut. Com, Amurang — Penggunaan Dana Desa (Dandes) Tahap I, Pemerintah Desa Keroit Kecamatan Motoling Barat yang dipimpinan Hukum Tua Lieske Kolantung, memprioritaskan pembangunan Jalan Sentra Tani.

Hal ini dikatakan Hukum Tua Lieske Kolantung kepada media ini, dikantornya, Selasa (22/8), ucapnya, sebagaimana amanat yang dipercayakan oleh Bupati Cristiany Eugenai Paruntu, SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH kepada saya sebagai Penjabat Hukum Tua, tentunya hal ini merupakan tanggung jawab ataupun amanah yang harus dilaksanakan sepenuhnya untuk mengsejahterahkan masyarakat  serta tentunya juga demi kemajuan desa Keroit yang kami cintai.

Foto :Pembangunan jalan perintisan
Foto :Pembangunan jalan perintisan

Maju berkembangnya suatu Desa hal itu bisa dilihat dari pembangunan serta kesejahteraan yang dirasakan masyarakat. Untuk mewujudkan hal ini sebagai hukum tua penggunaan Dandes tahap I tahun 2017 ini, penggunaan Dandes tahap I diprioritaskan untuk pembangunan jalan sentra tani.

Sebagaimana yang sudah tertata dalam APBDes, realisasi penggunaan Dandes pemerintah Desa bersama masyarakat telah melaksanakan pembangunan infrastruktur Desa yaitu pembangunan perintisan jalan sentra tani sepanjang 2700 M, serta pengerasan jalan sentra produksi sepanjang 2700 M. Pembangunan kedua jalan baik pengerasan maupun perintisan bertujuan untuk mempermudah masyarakat mengeluarkan hasil pertanian yang dimiliki, Kalau bisanya masyarakat harus mengeluarkan kosh yang tinggi sebagai biaya transport dengan adanya jalan ini tingkat pengeluaran boleh ditekan,  hal ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi, masyarakat sejahtera tingkat kemiskinan boleh menurunkan, sebagaimana program Bupati Cristiani Eugenia Paruntu. SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar. SH demi mewujudkan masyarakat Minsel yang sejaterah, “Ujar Kolantung

Tambah Kolatung lagi, untuk Dandes Tahap II nantinya akan dipergunakan untuk membeli pupuk, benih, juga alat pertanian untuk menopang program pertanian yayang sementara digalakkan pemerintah pusat lebih khusus pemerintah daerah Minahasa Selatan, agar tiddak terjadi penyimpanan penggunaan dana. Masyarakat diminta untuk melakukan pengawasan terkait penggunaan Dandes ini, sebagaimana amanat undangan-undang pelaporan penggunaan Dana harus dilaporkan secara akuntansi dan transparan, itu telah dilakukan pemerintah desa melalui pelaporan yang dicetak dalam baliho, yang tersapang dikantor Hukum Tua,”tutur Kolantung. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed