oleh

Wakili Bupati Sekda Rindengan Buka Kegiatan FGD “Menuju Pemilu 2019” DiMinsel.

FB_IMG_1506947151736

Wartasulut. Com, Amurang – Demi mewujudkan pemilihan umum yang berkualitas dan demokrasi pada tahun 2019 nanti, komisi pemilihan umum (KPU) kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion “Menuju Pemilu 2019”. Kegiatan yang dilaksanakan dihotel Sutanraja Amurang dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Drs. Danny Rindengan, MS,I mewakili pemerintah daerah bupati dan wakil bupati, Senin (2/10).

Sekda  Drs. Danny Rindengan, MS,I saat membacakan sambutan tertulis Bupati, menyampaikan, pemerintah kabupaten menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Minahasa Selatan atas penyelenggaran kegiatan ini. Kita ketahui bahwa pemilihan umum secara langsung oleh rakyat merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil guna menghasilkan pemerintahan Negara yang demokrasi berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945, lebih khusus dalam pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa “kedaulatan berada ditanggan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang dasar”.

Dengan ditetapkannya UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum tanggal 15 Agustus 2017 yang lalu, diharapkan akan memberi perubahan pada pelaksanaan pemilu 2019 mendatang sebagai dasar untuk menjadi perhatian baik penyelenggara, pemerintah daerah, masyarakat, bahkan partai politik peserta pemilu. Ada 5 hal utama yang harus diperhatikan penyelenggara pemilu, antaranya :

  1. Presiden Threshold sebesar 20-25 % yang merupakan ambang batas bagi Parpol atau gabungan Parpol untuk mengajukan presiden dan wakil presiden atau harus memilki  20% jumlah kursi diDPR dan atau 25% suara sah nasional dipemilu sebelumnya.
  2. Parlemen Threshold sebesar 4% adalah ambang batas perolehan suara parpol untuk bisa masuk keparlemen, yang berarti parpol minimal harus mendapat 4% suara agar kadernya dapat duduk sebagai anggota dewan
  3. Sistem Pemilihan Menggunakan Sistem Terbuka berarti diatas kertas suara nantinya terpampang nama caleg selain nama partai, pemilih bisa mencoblos langsung nama caleg yang diinginkan.
  4. Dapil Magnitude atau lokasi kursi perdapil y6akni rentang jumlah kursi anggota DPR disetiap daerah pemilihan.
  5. Metode Konversi Suara Menggunakan Metode Sainte Lague Murni, metode ini akan mempengaruhi jumlah kursi setiap parpol yang lolos, Metode Sainte Lague Murni ini menerapkan bilangan pembagi suara angka ganjil seperti 1,3,5,7,9 dan seterusnya, dimana perhitungan suara bersifat proporsional tidak ada perbedaan dan tidak memihak apakah partai kecil ataupun besar.

Memperhatikan perubahan ini kepada para penyelenggara pemilih, pemerintah, dan masyarakat untuk dapat mempersiapkan diri serta memperhatikan segala aspek yang ada, agar pemilu yang akan dilaksanakan nantinya berjalan adil, jujur, dan demokrasi untuk kemajuan bangsa bahkan daerah yang kita cintai, “ujar Rindengan (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed