oleh

Pengawasan DiTempat Rekreasi Perlu Ditingkatkan.

Foto : ilustrasi tempat wisata kolam renang
Foto : ilustrasi tempat wisata kolam renang
Wartasulut. Com, Amurang — Terobosan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam hal ini Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, yang terus mengembangkan dan mempromosikan potensi wisata. Harus dibarengi dengan keamanan dan kenyamanan. Standard pengawasan harus diperhatikan para pengelolah tempat rekreasi maupun tempat wisata, hal ini penting dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para wisatawan. Hal ini ditegaskan Tokoh Masyarakat Minsel Eki Rumokoy. ujar Lakoy, sembari mengingatkan kepada masyarakat harus pintar memilih tempat rekreasi. Dan bagi orangtua diimbau agar tetap mengawasi anak-anak saat berwisata.
“Tempat rekreasi atau tempat wisata yang beresiko, harus ada orang-orang profesional untuk melakukan pengawasan. Berkaca dari kejadian beberapa hari lalu. Kurangnya pengawasan menyebabkan salah satu pengunjung tewas tenggalam,” jelas Rumokoy, sembari mengingatkan kepada masyarakat harus pintar memilih tempat rekreasi. Dan bagi orangtua diimbau agar tetap mengawasi anak-anak saat berwisata.
Sebelumnya, Sabtu (14/10) sekira pukul 16.00 wita, tempat rekreasi/wisata kolam renang Desa Lelema, Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minsel memakan korban. Korban M (7) warga Desa Pakuure, Kecamatan Tenga tewas akibat tenggelam. “Kronologi kejadiannya, korban M datang bersama kakek dan nenek serta adiknya ke kolam renang di Desa Lelema, dalam rangka ibadah kolom IX jemaah GMIM SION Pakuure II. Awalnya korban berenang di kolam renang khusus anak-anak,” jelas Kapolsek Tumpaan Iptu Asprijono Djohar.
Disaat lengah dalam mengawasi, lanjutnya, tiba-tiba kakek korban mendengar teriakan ada anak-anak yang tenggelam di kolam renang dewasa. Memang ada upaya Yohanes Rompas yang terjun ke kolam renang dan menggangkat korban, kemudian memberikan pertolongan pertama.
“Walaupun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kalooran Amurang oleh tim gabungan Polres Minsel dan Polsek Tumpaan, namun nyawa korban M ternyata tidak dapat lagi diselamatkan,” katanya.
Ia menambahkan, kedua orang tua korban menolak  untuk diotopsi, karena telah menyadari kematian korban musibah kecelakaan tenggelam. Pun, korban tidak tahu berenang.(feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed