oleh

Memiliki Hubungan Keluarga Dengan Pejabat Sulut, Kepsek SMK N1 Amurang Tak Becus Urus Sekolah.

Foto : sekolah SMK Negeri 1 Amurang
Foto : sekolah SMK Negeri 1 Amurang
Wartasulut. Com, Amurang — Menjadi kepala sekolah bukan hal mudah. Berdasarkan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007, terdapat lima kompetensi yang harus dicapai seorang kepala sekolah, meliputi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Sedangkan kualifikasi yang wajib dipenuhi, yakni pendidikan S-1 atau D-IV, usia maksimal 56 tahun, memiliki pengalaman minimal lima tahun mengajar, dan pangkat serendah-rendahnya III/C bagi pegawai negeri sipil (PNS).
Foto : Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Amurang
Foto : Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Amurang
kepala sekolah juga berkewajiban melaksanakan penyelenggaraan kegiatan sekolah. lebih lanjut seorang kepala sekolah hendaknya memiliki inovasi-inovasi yang mampu membuat pembelajaran lebih bermakna dan berkualitas karena dia memiliki kendali lembaga. Agar pembelajaran berjalan efektif dan efisiensi. Kepsek dituntut dapat mendorong guru agar dapat menciptakan suasana belajar yang positif dan ramah disekolah.
” Hal diatas berbeda dengan apa yang dilakukan Kepala Sekolah Sekolah Menengah Kejuaraan (SMK) Negeri 1 Amurang. Fungsi sebagai Kepala Sekolah tak sepunuhnya dilaksanakan. Akibatnya sebagian besar murid mengeluhkan dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang terjadi disalah satu sekolah terkemuka diKabupaten Minahasa Selatan, para murid tak dapat belajar dengan maksimal disebabkan hampir setiap hari disaat jam pelajaran ke 5 dan seterusnya selalu lowong tak ada guru yang mengajar, menyebabkan banya siswa yang pulang (Bolos).
Keadaan ini membuat sebagian besar siswa ingin pindah kesekolah lain, untuk mendapatkan mutu pendidikan yang berkwalitas sebagai bekal masa depan mereka
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Kabupaten Minsel/Mitra Edward Sibueah kepada media ini, tak menampik dengan apa yang dikeluhkan para siswa, terkait dengan proses KBM yang sering lowong diSMK Negeri 1 Amurang.
Menurut Sibueah keluhan para siswa ini telah ia buktikan, pada saat melakukan sidik pada minggu kemarin, hasil sidak yang dilakukan didapat dari 38 Guru yang terdaftar sebagai tenaga pengajar disekolah tersebut, hanya 5 orang guru saja yang hadir dan mengisih absen, sedang yang lain tak hadir tanpa disertai alasan sebagaimana yang tercantum dalam absen harian. Lebih para lagi sang kepala sekolah tak berada ditempat tempat entah berada dimana, saat ditelphone yang bersangkutan  (kepsek) mengatakan berada disekolah diruangannya, namun saat dicek keruang ternyata tak ada ruangan dalam keada kosong. “Ujar Sibueah
Hasil kegiatan sidak yang dilakukan telah dilaporkan keDinas Pendidikan Daerah Provinsi agar kepala sekolah serta para guru yang tak hadir dan malas mengajar boleh mendapat sangsi, “jelas Sibueah
“disinyalir tindakan sang kepsek disengaja dilakukan, disebabkan yang bersangkutan merasa tak akan bisa terganti karena memiliki hubungan keluarga dengan salah satu pejabat yang ada dipemerintahan provinsi Sulawesi Utara. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed