oleh

Seorang Pengurus KTNA Minsel Diduga Terlibat Mafia Bibit Jagung Palsu.

FB_IMG_1509715641653
Wartasulut. Com, Amurang — Upaya pemerintah provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadikan Sulut sebagai daerah lumbung jagung dikawasan timur indonesia seakan sirna, hal ini disebabkan bibit jagung yang disalurkan kepada petani tak bermutu, dimana bibit yang disalurkan kualitasnya sangat jelek tak bisa ditanam, menyebabkan petani di Desa Bajo Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan mengalami kerugian besar, waktu, tenaga, serta finansial yang dikeluarkan para petani dalam mengolah lahan pertanian siap tanam cukup besar, tapi sayang bibit yang disalurkan pemerintah melalui distributor yang merupakan penggurus Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Minsel kualitasnya sangat jelek dan tak bisa ditanam.
Dugaan ini mencuat dikala bibit jagung yang disalurkan setelah ditanam selama dua bulan tak kunjung tumbuh. Hal ini pun dikatakan Hukum Tua (Kumtua) Desa Bajo Udin.
”Ini bibit jagung atau popcons, so dua bulan da tanam nyanda bertumbuh, ”Ucap Udin.
Lanjut, Udin mewakili warganya berharap ada tanggung jawab dari pihak penangkar karena jelas merugikan warganya. ”Saya pun kena imbas dari jagung palsu ini, warga pun rugi tenaga, waktu dan materi.Kami tunggu niat baik dari saudara SK, “Tukasnya.
Disinyalir praktek pembagian bibit jagung palsu oleh oknum tersebut sudah berlangsung lama. Ini pun diakibatkan faktor para penangkar bibit jagung langsung ditunjuk oleh provinsi tidak melibatkan dinas pertanian didaerah. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed