oleh

Malas Masuk Sekolah, Sejumlah Guru/Pegawai ASN Dan THL DiSMK N1 Amurang “Makan Gaji Buta”.

tSEP3A60_400x400
Wartasulut. Com, Amurang — Berdasarkan Permendikbud No 17 Tahun 2016, guru yang mendapatkan tunjangan profesi ini harus memenuhi beberapa kriteria. Satu diantaranya syarat yang harus dipenuhi oleh tenaga pendidik yang ingin mendapatkan tunjangan sertifikasi guru. Seperti terdapat pada poin ke delapan dibawah ini.
8). Guru memiliki beban kerja sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dan maksimal 40 jam tatap muka dalam jangka waktu 1 minggu untuk setiap mata pelajaran yang diajarkan berdasarkan sertifikat pendidik yang dimiliki.
Selain mengetahui kriteria dan syarat mendapatkan tunjangan sertifikasi guru, para tenaga pendidik juga perlu melakukan kegiatan ekuivalensi agar tunjangan tetap diberikan. Kegiatan tersebut seperti membina kegiatan ektrakurikuler di sekolah, mengajar mata pelajaran dengan profesional, melaksanakan remedial teaching atau pembelajaran perbaikan, dan lain sebagainya.
“Sangat disayangkan dengan apa yang terjadi diSekolah Menegah Kejuaraan (SMK) Negeri 1 Amurang. Sejumlah Guru sertivikasi maupun nonsertivikasi malas datang kesekolah untuk memenuhi ketentuan jam mengajar, jika pun mereka berada disekolah malas masuk kelas untuk mengajar. Terkadang dalam seminggu jam bekisar 10 jam bahkan lebih para guru ini tak mengajar.
Lebih para lagi dengan apa yang dilakukan oleh para Guru/Pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) yang pengangkatannya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur dengan sistem pengupahan sesuai besaran Upah Minimum Provinsi (UMP). Para THL ini dalam seminggu kadang hanya 2 sampai 3 hari saja yang masuk sekolah, bahkan ada juga dalam sebulan hanya 2 kali masuk sekolah selebihnya entah kemana.
Apa yang dilakukan para Guru maupun pegawai baik ASN/THL menyebabkan proses KBM sering lowong. Seiring sering terjadi lowong pada proses KBM, maka prestasi siswa tak mampu bersaing dengan prestasi para siswa disekolah lain, moral siswa bobrok seakan tak ada pendidikan.
Walaupun tak masuk sekolah dan mengajar, para guru/Pegawai yang “makan Gaji Buta”, mereka tak pernah mendapat sangsi apakah pemotongan gaji, tunjangan sertivikasi, maupun pemecatan dari kepala sekolah maupun pihak Dinas Dikda Provinsi Sulut, sebagai upaya untuk merubah kebiasaan para pendidik ini.
Informasi yang dirangkum media ini, tak adanya penindakan terhadap para guru/Pegawai yang malas ini dari sang kepsek, karena mereka merupakan orang dekat sang kepsek, begitu juga dari pihak Dinas tak bisa melakukan tindakan, setiap bulan pelaporan absen kehadiran tak ada bolong (hadir terus) dan ditanda tangani oleh Kepsek. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed