oleh

Masyarakat Poopo Utara Temukan Batu Lesung Peninggalan PraSejarah.

    Foto : Kumtua Pippo Utara bersama masyarakatFoto : Kumtua Pippo Utara bersama masyarakat

Wartasulut. Com, Amurang — Penemuan benda peninggalan purbakala diDesa Poopo Utara, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menggemparkan warga sekitar. Warga meyakini benda tersebut merupakan peninggalan para leluhur pendiri desa yang melambangkan kesuburan.

“Benda bersejarah berbentuk batu yang menyerupai lesung dengan lubang di tengahnya”.

Benda yang bagi masyarakat disebut Batu Malesung pertama kali ditemukan oleh Yoppi Rumemper warga desa setempat saat sedang melakukan pekerjaan ditanah pekarangan milik dengan menggunakan alat berat jenis exsavatar.

“Ketika sedang melakukan penggalian tiba-tiba baket exsavator membentur benda seperti batu, penggalian pun terus dilakukan untuk memastikan benda apa, dan ketika diangkat tenyata benda tersebut berbentuk seperti lesung yang besar, atas penemuan ini bersama masyarakat yang lain langsung melaporkan kepada pemerintah desa maupun pihak kepolisian,” kata Rumemper

Hukum Tua Desa Poopo Utara Cark Jimmy Lumintang, kepada media membenarkan penemuan benda tersebut. Jelasnya, Batu berbentuk lesung ini ditemukan diwilayah pemukiman yang ada dijaga satu kompleks Kantor Polsek Ranoyapo, Batu lesung yang memiliki tinggi antara 75 sampai 80 Cm dengan diameter sekitar 60, ditemukan pada Selasa (14/11) pagi tadi sekitar pukul 10:00 wita oleh masyarakat yang sedang melakukan pekerjaan perataan tanah pekarangannya dengan menggunakan alat berat.

“Penemuan benda seperti ini sudah banya kali terjadi diwilayah Desa Poopo Raya, namun dari sekian banyak yang ditemukan penemuan inilah yang paling terbesar, maka kami beranggapan didesa kami pada saman dulu pernah ada sebuah peradaban masyarakat yang tak pernah diketahui, yang menarik untuk diungkapkan dengan banya benda-benda yang ditemukan seperti batu tiga yang diyakini sebagai pilar penjaga kampung, benda keramik piring dan mangkuk, serta batu-batu lesung semacam ini, “ujar Lumintang

Sebagai pemerintah desa mengharapkan pihak-pihak terkait seperti Balai Pelestarian Peninggalan Purbakal (BP3) Sulut melakukan pemeriksaan bahkan pencarian untuk mengungkapkan rasa penasaran masyarakat, “ungkap Lumintang (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed