oleh

“Cap Tikus” Tak Bisa Diproduksi Dan Dipasarkan. Paat Cs Sambangi Kantor Dewan Minsel.

Para petani berdiskusi bersama para legislator Minsel
Para petani berdiskusi bersama para legislator Minsel
Amurang. Wartasulut. Com — Dampak tak bisa memasarkan hasil pertanian minuman tradisional ‘Cap Tikus’. Para petani yang tersebar diKecamatan Motoling Raya dan Kecamatan Tareran, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Senin (4/12) ini.
Dihadapan para legislator petani  “cap tikus” meminta mereka perjuangankan nasib petani. Hasil pertanian mereka tak bisa lagi dipasarkan, karenakan saat ini tidak ada lagi pabrik yang mau membeli hasil olahan mereka.
“Kedatangan kami ke Kantor DPRD Minsel hari ini, untuk menyampaikan keluhan tidak ada lagi pabrik yang mengambil hasil olahan ‘Cap Tikus’ petani. Kami berharap kedatangan ini akan memperoleh jalan keluar yang terbaik,” ujar Harto Paat petani asal Motoling .
Kunjungan para petani ‘Cap Tikus’ ini diterima oleh anggota DPRD Minsel, diantaranya, Benny Marentek, Joppy Mongkaren Ronald Pinasang, Welly Liwe, Djen Lamia dan Salman Katili.
“Aspirasi dari bapak/ibu akan kami perjuangkan ke Provinsi. Permasalahan ini memang terkait kebijakan dari Kementrian Keuangan terkait penerapan cukai yang baru berlaku dan berpengaruh di seluruh Indonesia,” tandas Pinasang.
Para wakil rakyat di DPRD Minsel menyampaikan akan memperjuangkan aspirasi rakyat ini sehingga secara kelembagaan akan diterbitkan kebijakan politik. Dan akan bersama-sama berjuang untuk kepentingan petani ‘Cap Tikus’ di Minsel.(feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed