oleh

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan. Minsel Berpeluang Besar Menjadi Daerah Sentra Produksi Padi.

P_20171218_114750
Wartasulut. Com, Amurang — Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan RI Mulyadi Hendawan, Senin (18/12), melakukan panen raya padi sawah diDesa Popontolen Kecamatan Tumpaan. Yang merupakan panen padi serentak diatas areal seluas 1 juta/hektare diKabupaten Minahasa Selatan, panen kali ini mengalami peningkatan yang cukup drastis.
P_20171218_114856
Turut hadir pada kegiatan panen raya padi tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel Ir. Frans Tilaar, Danramil Tumpaan, perwakilan Distarnak Sulut, serta kabid dan pengawai Distarnak Minsel.
Menurut Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan RI Mulyadi Hendawan kepada para media, program ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, pemerintah melalui kementerian pertanian telah melakukan berbagai macam upaya untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan. Oleh sebab itu, sejak tahun 2015 kementerian pertanian telah melaksanakan Upaya Khusus (Upsus) percepatan swasembada padi, jagung, dan kedelai yang dilanjutkan dengan swasembada Daging Sapi, Cabai, Bawang Merah diseluruh wilayah.
“langkah-langkah untuk mendukung program ini telah dilakukan diantaranya, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan embung, perluasan areal tanaman baru, pemberian bantuan benih/pupuk, dan alat mesin pertanian, serta upaya pendampingan dilapangan. ” tutur Mulyadi.
“Sebagai koordinator Upsus Pajale diSulawesi Utara, Mulyadi mengapresiasi atas apa yang diladilakukan pemerintah provinsi Sulut yang boleh mendorong para petani sawah, sehingga capaian luasan lahan cetak sawah secara keseluruhan yang boleh dipanen pada bulan Desember ini disulawesi utara sebanyak 11 ribu Ha. lebih khusus untuk pemerintah Minahasa Selatan upaya yang telah dilakukan pemerintah daeradaerah yang diimplementasikan dengan baik oleh Dinas Pertanian dan Peternakan kita boleh melakukan panen padi sawah diluas lahan sebanya 1.069 Ha, dengan produktivitas rata-rata 5,3 ton/Ha bisa dihasilkan 5.666 ton gabah kering panen (GKP) atau setara dengan 4.533 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 2.493 ton beras. Melalui data ini Kabupaten Minahasa Selatan berpeluang besar menjadi daerah sentra produksi padi disulut. “tutur Mulyadi
“Lanjut Mulyadi, sebaga Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementan RI, menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya petani dan seluruh Aparatur Pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk dapat mengawal program Upsus agar boleh berhasil. Sehingga upaya pengentasan kemiskinan, pengentasan wilayah rentan rawan pangan, stabilitas pasokan dan harga pangan, dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat boleh aman dan segera terwujud. “Jelas Mulyadi
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Konsep Ir. Frans Tilaar. Panen raya ini menunjukkan adanya kerjasama yang baik antara semua pihak baik pemerintah, TNI maupun kelompok tani demi tercapainya swasembada pangan.
Pemerintah daerah yakni Bupati Cristiany Eugenia Paruntu, SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH akan terus memberikan dukungan guna pencapaian peningkatan hasil panen petani. “Pemerintah akan siap mendukung dan akan membantu kekurangan yang dibutuhkan petani. Dalam mewujudkan Minsel yang hebat dan terdepan serta Kesejahteraan Masyarakat. “Ujar Tilaar didampingi Kabid Brilian Rangtung (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed