oleh

Banya Masyarakat Masih Buang Sampah DiSungai/Pantai, Instansi Terkait Cuek.

P_20180122_152805
Wartasulut. Com, Amurang — Masyarakat pada umumnya belum memahami bahwa sungai maupun pantai merupakan salah satu sumber kehidupan. Bahkan ketika kedua objek ini jika dipelihara tingkat kebersihannya akan memberikan banya manfaat bagi masyarakat.
Namun sangat disayangkan masyarakat kabupaten Minahasa Selatan yang tinggal didaerah bantaran sungai maupun pantai, masih saja dengan seenaknya membuang sampai rumah tangga disungai dan pantai, kebiasaan ini membuat daerah aliran sungai maupun tepian pantai dihiasa sampah bahkan menimbulkan aroma yang berbau busuk. Hal ini terlihat ketika bupati melakukan kunjungan diboulevard yang dibelakang pasar 54 Amurang, yang meherankan Instansi terkait seakan cuek sengaja membiarkan kebiasa masyarakat. Hal ini mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat Minsel Wellem “Baba” Mononimbar. Senin (5/2).
“Menurut Baba, seharusnya instansi teknis baik Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Pekerjaan Umum lebih khusus bidang kebersihan proaktif melakukan pencerahan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah disungai maupun pantai, karena telah disediakan bak-bak, ataupun wadah untuk membuang sampah, bahkan saat sampah yang bisa didaur dijual kebank sampah masyarakat boleh mendapatkan uang, tapi hal ini kurang disosialisasikan, “ungkapnya
“Lanjut Baba lagi, saat ini pemerintah daerah lebih khusus Bupati Cristiany Eugenia Paruntu, SE maupun Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH sedang ngencar-ngencarnya mewujudkan Kabupaten Minahasa Selatan sebagai salah satu daerah Wisata, dalam upaya menopang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta untuk kesejahteraan masyarakat dari sektor pariwisata. Bagaimana para turis maupun wisatawan mau datang berkunjung kalau keadaan lingkungan yang sangat kotor.
Beberapa waktu lalu bupati telah memperkenalkan keindahan alam bawah laut yang ada dipulau cepatu, keindahan terumbuh karang maupun biota laut yang terdapat dipulau ini bisa hancur karena dipenuhi tumpukan sampah yang dibuang masyarakat, karena setiap sampah yang dihanyutkan ketika terbawah arus akan sampai keobjek wisata pulau cepatu maupun kelokasi wisata pantai lainnya seperti pantai moinit. Sebagai tokoh masyarakat sekaligus pejuang pemekaran minsel prihatin dengan hal ini. “Ujar Baba
Instansi terkait diminta untuk segera mencari solusi mengantisipasi masalah diatas dan tingkat kesadaran masyarakat menyangkut sampah. Kalau perlu dibuat peraturan daerah agar boleh mengatur sangsi yang bisa diberikan kepada mereka yang tidak membuang sampah pada tempatnya. Pasti bukan saja wisatawan akan datang tapi piala Adipura pun bisa kita raih, “terang Baja (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed