oleh

Wabup Franky Wongkar Bersama jajaran Forkompimda, Toga Dan Tomas Deklarasikan Anti Hoax.

FB_IMG_1520943400180
Wartasulut. Com, Amurang — Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH bersama unsur Forkompimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, para siswa, serta insan Pers Minahasa Selatan Dideklarasikan program Anti Hoax’. Kegiatan yang deklarasi yang digagas Kapolres AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK. Dilaksanakan diAula Polres Minahasa Selatan, Senin (13/2).
Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH dalam sambutannya, menyampaikan, Saya_Indonesia_ Saya_Anti_Hoax
NKRI_Harga_Mati adalah hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi, sebagai masyarakat yang hidup dalam sebuah bingkai bhineka tunggal ika. Pemerintah akan terus mendukung langkah kepolisian dalam memberantas penyebaran berita Hoax yang meresahkan masyarakat minahasa selatan. Sebagai yang tercantum dalam Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik “UU ITE” (pasal 28 ayat 1 dan 2 serta pasal 45 ayat 10 Undang-undang No. 19 Tahun 2016 : siapa pun yang melakukan penyebaran berita bohong dengan unsur tertentu bisa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 6 tahun dan atau denda Rp. 1 Miliar, juga peraturan pemerintah No. 82 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik (PP PSTE), dan peraturan Menkominfo No. 19 Tahun 2014 tentang penanganan situs internet bermuatan negatif.
P_20180313_102147
Pemerintah daerah mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar tak muda terprovokasi dengan penyebaran isu-isu yang hanya akan membuat keharmonisan dan kedamaian yang telah tercipta selama ini hancur.
“Tutur FDW sapaan akrab wabup minsel
“Berita bohong atau Hoax saat ini menjadi hits di berbagai media sosial. Hoax sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan keresahan, perselisihan bahkan pertikaian dan kerusuhan,” ungkap Kapolres.
Olehnya diperlukan suatu kesamaan visi, suatu kesepakatan, suatu pernyataan bersama melalui deklarasi segenap elemen masyarakat terkait dengan pernyataan sikap anti hoax.
“Kita semua satu, Indonesia, jangan sampai terpecah belah hanya karena terjebak dalam isu-isu murahan, seperti SARA maupun konten internet negatif yang bersifat provokatif. Kita semua harus bersatu menentang hal itu, kita tegaskan bahwa kita anti hoax,” tegas Kapolres.
Kegiatan ini juga dihadiri Pabung Minsel Jemmy Lotulung, Ketua Pengadilan Negeri Amurang Rommel Tampubolon, Perwakilan Kejari Amurang, Perwakilan dari Pemkab Mitra, Sekda Minsel Danny Rindengan, Kaban Kesbangol Minsel Benny Lumingkewas, Wakil Ketua Dekab Mitra Katrien Mokodaser, Wakil Ketua Dekab Minsel Rommy Pondaag, anggota DPRD minsel Jerry Pangkey, Ketua MUI Minsel Ust. Ishak Ahmad, Ketua BKSAUA Minsel Pdt. Rio Tumbelaka, M.Th, pejabat utama dan para kapolsek, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Siswa-Siswi SMU/SMK, Ormas LMI, Panji Yosua, Para Wartawan Cetak/Online Minsel-Mitra dan Undangan Lainnya.
 
Acara deklarasi ini diakhiri dengan penandatanganan spanduk kesepakatan bersama ‘Anti Hoax’, oleh seluruh yang hadir. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed