oleh

Harga Kopra Anjlok, Petani Kelapa Desak DPRD Lakukan Hearing Terhadap Perusahaan Pembeli Kopra DiMinsel.

P_20180320_120936

Wartasulut. Com, Amurang — Harga Kopra Anjlok kelevel harga 500-an/kg, hal berdampak pada perekonomian yang ada ditengah masyarakat terlebih dalam hal memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Menyikapi akan hal ini Petani Kelapa yang ada dikabupaten Minahasa Selatan mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) diDesa Teep kecamatan Amurang Barat, untukbmenyuarakan aspirasi mereka kepada para anggota dewan yang terhormat. Selasa (20/3).

Perwakilan petani kopra terdiri Jerry Bokau, Charles “Cali” Tumbuan, Sampel Kasenda mewakili LSM, serta mahasiswa fakultas pertanian Unsrat yang peduli dengan nasib para petani diterima oleh anggota DPRD Djen Lamia (Komisi I) dan Robby Sangkoy (Komisi II).

Kepada para anggota dewan, perwakilan petani kopra Charles “Cali” Tumbuan mengungkapkan, bahwa maksud kedatangan mereka untuk meminta Dewan Minsel agar kiranya memperhatikan permasalahan yang dialami para petani terkait penurunan harga kopra. Kami meminta kepada DPRD sebagai institusi yang bisa menyuarakan suara masyarakat, untuk segera memanggil para perusahaan-perusahaan pembeli kopra yang beroperasi diMinahasa Selatan, agar dilakukan hearing dengar pendapat dengan para petani kopra (kelapa), kami menduga anjloknya harga kopra disebabkan adanya permainan harga yang dilakukan pihak kontraktor bersama perusahaan.

“masah PT. Bukit melakukan pembelian kopra harga terkadang lebih tinggi dari PT. Cargil, pada hal kopra yang dibeli harus diangkut lagi keKota Bitung untuk diproduksi dibandingkan dengan Cargil yang pembeliannya langsung dilakukan diperusahaan, tak mengeluarkan biaya transportasi harga pembeliannya lebih murah. Untuk mengetahui penyebab anjloknya harga kopra saat ini, sekali lagi kami mendesak dewan agar melaksanakan hearing. ”Jelas Tumbuan yang juga adalah tokoh masyarakat

Sementara itu, Jerry Bokau yang hadir mewakili petani kopra, sekaligus juga Ketua Apdesi Minsel, menguatkan pernyataan yang disampaikan oleh Charles Tumbuan, bahwa aspirasi ini harus secepatnya ditindak-lanjuti oleh anggota dewan, karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kopra (kelapa).

“Menurut Bokau, aspirasi petani ini agar secepatnya ditindak lanjuti, “Kalau bisa seminggu ini sejak penyampaian aspirasi, Dewan segera memanggil para pengusaha pembeli kopra, untuk duduk bersama dengan para petani kopra, agar didapat kejelasan, kalau tidak kami akan melakukan unjuk rasa dengan menurunkan masa yang besar.”ujar Bokau.

Anggota Dewan Djen Lamia yang menerima aspirasi ini, berjanji aspirasi yang disampaikan petani kelapa akan segera dilaporkan kepada pimpinan baik komisi satu selaku yang berwenang dalam hal ini karena menyangkut perdagangan, maupun kepada pimpinan DPRD, bahkan kepada pimpinan komisi lainnya, karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat, yang sangat berpengaruh pada roda perekonomian.” kata Lamia

“Robby Sangkoy (Rosa) jika nanti pihak perusahaan setelah diminta untuk hearing, mereka tak mengindahkan. Dirinya akan ikut bersama para petani untuk demo. Bahkan dirinya pun siap menjadi orator dalam aksi demo. Untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Rosa siap berada didepan, “Ungkap Anggota Dewan yang juga adalah petani kelapa (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed