oleh

Sampai Pekan Ini IPAL Tak Diperbaiki. Ijin PT. Global Akan Dicabut.

FB_IMG_1522242458125
Wartasulut. Com, Amurang — Disinyalir Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) PT. Global tak memadai, dan terindikasi limbah yang dihasilkan dan dialirkan kesungai Togob penyebab terjadinya pencemaran lingkungan karena kualitas limbah tak sesuai standart bakumutu.
PT. Global yang bergerak dibidang usaha tepung tapioca, yang beropera diDesa Radey Kecamatan Tenga terancam pencabutan ijin. Hal ini dikatakan Kadis Lingkungan Hidup Minsel Roy Sumangkut,ST, MM, Rabu (28/3).
Menurut Sumangkut, sebelum adanya informasi yang kini viral sosial media, terkait adanya pencemaran yang disebabkan oleh limbah PT. Global menyebabkan matinya berbagai jenis ikan yang ada dimuara sungai Togob Desa Molinow. Pihaknya telah melakukan peninjauan kelokasi pengelohan IPAL yang ada perusahaan tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan terindikasi instalasi pengolahan air limbah yang ada diperusahaan tak sesuai standart, sampel air limbah diambil dan dilakukan pemeriksaan. Atas dasar ini kami mengeluarkan surat peringatan kepada pihak perusahaan. Dimana perusahaan diberikan waktu selama seminggu untuk melakukan perbaikan sistem IPAl yang ada perusahaan, agar limbah yang dihasilkan kualitasnya sesuai standart bakumutu. “oleh DLH Minsel temuan ini telah dilaporankan kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut dan juga keGamku, ungkap Sumangkut.
Jika batas waktu yang diberikan untuk melaksanakan pembenahan pada IPAL sampai dengan Jumat 31 Maret ini, tak dilaksanakan dan terbukti limbah yang dihasilkan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Pihaknya akan melakukan pencabutan semua perijinan yang dimiliki PT. Global. “Jelas Sumangkut (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed