oleh

Terkait BUMDes Dan Pengelolaan Cap Tikus, Komisi A DPRD Kabupaten Sumba Timur Dan Para Kades Lakukan Studi Banding KeMinsel.

P_20180606_121723

Wartasulut. Com, Amurang — Keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada disejumlah desa diKabupaten Minahasa Selatan, melaksanakan pengembangan usaha dengan memanfaatkan kearifan lokal yang dapat memberikan nilai ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, menjadi daya tarik Anggota DPRD Komisi A Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk melaksanakan studi banding Minsel.

Kedatangan rombongan diMinsel diterima oleh Sekretaris Daerah Drs. Danny Rindengan, MS,i serta para pimpinan pimpinan instansi terkait, juga sejumlah Camat dan Hukum Tua. Diruang rapat lantai IV Kantor bupati, Rabu (6/6)

Saat diwawancarai wartasulut. Com, Ketua Komisi A DPRD Sumba Timur Lukas Kaborang, mengatakan, maksud mereka melaksanakan studi banding keMinsel, ingin belajar cara pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dilaksanakan pemerintah desa bahkan pemerintah daerah, sehingga pemanfaatan BumDes boleh berhasil serta bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat dengan membukan lapangan pekerjaan.

“Selain belajar pengelolaan BUMDes diMinsel, tujuan kegiatan studi banding ini juga, untuk mencari tau cara pembuatan minum tradisional “Cap Tikus”, dimana pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat, namun untuk pemasaranya dilakukan oleh pelaku usaha yang memilik ijin. Hal ini sangat baik sekali, “tutur Kaborang politisi Nasdem

“Terpisah Wakil Ketua DPRD Jhon David, SH, mengungkapkan, selain apa yang sudah dikatakan ketua komisi A diatas, tujuan mereka juga untuk belajar bagaimana cara mempertahan budaya daerah yaitu bahasa daerah yang sampai saat ini oleh masyarakat terus terjaga dan dipakai dalam melakukan komunikasi, ” ujar Politisi PDI Perjuangan ini

Menurut mereka dipilih Minsel sebagai daerah tujuan kegiatan studi banding, selain masyarakatnya ramah, kultur masyarakat minsel memiliki banya kesamaan dengan masyarakat Sumba Timur dibidang keagamaan kepercayaan kami sama.

Adapun rombongan ini terdiri dari 10 Anggota Dewan serta pimpinan, Asisten I, serta 22 Kepala Desa/Hukum Tua, akan berada diMinsel selama 4 hari. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed