oleh

Diduga Dipaksakan, Ortu Murid Komplain Rencana Studi Tour Siswa SMK Amurang Ke Bali Dengang Anggaran Pribadi.

Foto :sekolah SMK N 1 Amurang
Foto :sekolah SMK N 1 Amurang

Wartasulut. Com, Amurang — Hasil keputusan dalam rapat guru dalam sebuah institusi pendidikan seperti sekolah dalam melaksanakan program untuk kemajuan dan perkembangan para murid didik adalah hal yang mengikat. Namun jika program yang dilaksanakan tanpa persetujuan rapat guru merupakan suatua hal yang tidak benar, karena terindikasi hanya untuk memberikan keuntungan pribadi bagi para oknum-oknum tertentu.

Seperti halnya yang terjadi disalah satu sekolah ternama yang ada dikabupaten Minahasa Selatan Sekolah Menengah Kejuaraan (SMK) Negeri 1 Amurang. Tak pernah dibahas apa lagi diputuskan dalam rapat guru, beberapa oknum tertentu secara sepihak telah memprogram yang tak jelas apakah studibanding ataupun studi tour kepada sekitar 30 siswa untuk berangkat ke Bali dalam waktu dekat ini dengan menggunakan anggaran pribadi.

“Agar program tanpa keputusan rapat guru ini boleh terlaksana, beberapa oknum guru tersebut kini telah melaksanakan aksi menemui para orang tua murid untuk menagih sejumlah uang sebagai biaya tiket, alasan karena tiket para murid sudah diboking jadi para orang tua harus segera menyerahkan uang yang diminta supaya para siswa boleh berangkatnya.

“Hal ini mendapat komplein dari sejumlah orang tua murid, menurut mereka apa yang dilakukan pihak sekolah tidak sesuai seakan hendak memaksa kami untuk menghamburkan uang saja. Sebagai orang tentu mendukung program pendidikan untuk kemajuan anak-anak kami jika program tetsebut merupakan program resmi yang telah menjadi agenda sekolah, tapi kalau program pendidikan seperti ini yang tanpa melalui keputusan rapat guru tentu kami tidak setuju. Sebagai orang tua murid meminta kepada kepala sekolah agar melaksanakan rapat orang tua murid dan menjelaskan program yang akan dilaksanakan ini, “ujar sejumlah orang tua murid.

Ketua LSM Bangkit Indonesia Djony Pojoh, apa yang dilaksanakan pihak sekolah dalam hal ini beberapa oknum guru tersebut terkait hal diatas adalah merupakan pungli yang bertentangan dengan Perpres 87 Tahun 2016 khusus poin ke-7 “Uang study tour”. Diduga juga pungutan ini dilakukan untuk membiayai oknum-oknum guru tersebut. Kami meminta kepada Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut untuk menindak tegas oknum guru yg memaksakan murit tanpa adanya musyawara ataupun rapat para guru. “Ujar Pojoh, Kamis (14/6)

Sementara Pihak Sekolah tak dapat dikonfirmasi karena saat ini sedang libur. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed