oleh

Tingkat Kesejahteraan Petani Kelapa, Bupati CEP Teken MOU Bersama PT. Rekadaya Multi Adiprima

FB_IMG_1544496991633

Wartasulut. Com, Minsel – Keterpurukan harga kopra  membuat Bupati melakukan  terobosan untuk meningkatkan perekonomian petani lebih khusus para petani kelapa. Sebuah terobosan dilakukan bupati, bersama dengan pihak perusahaan Rekadaya Multi Adiprima melakukan penandatanganan kerjasama pengelohan industri serabut kelapa yang diKabupaten Minahasa Selatan.

Acara penandatanganan MoU antara Bupati Cristiani Eugenia Paruntu bersama PT Rekadaya Multi Adiprima diyakni Direktur Farri Aditya dalam rangka pengolololaan serabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Dilaksanakan diHotel Sutanraja Amurang, bersamaan  dengan kegiatan acara penguatan klaster inovasi kelapa Nasional Sulut. Yang merupakan upaya elaborasi dengan Kementrian DIKTI, Senin(10/12) ini.

Tetty sapaan bupati dalam sambutannya mengatakan Kabupaten Minahasa Selatan merupakan daerah penghasil terbesar kelapa di Sulut. Bahkan ia menyebut hampir 60 persen penduduknya bergantung dari hasil pengolahan kelapa.

“Minahasa Selatan adalah salah satu sentra produksi kelapa di Sulawesi Utara yang luas lahannya mencapai 46.973 ha dan menghasilkan 49.921 ton kelapa/tahun, dimana lebih dari 27.326 kepala keluarga petani Minahasa Selatan sangat tergantung pada komoditas kelapa.” urai Bupati CEP.

Lanjut CEP lagi, di tengah situasi harga kopra yang lagi turun drastis salah satu jalan keluar terbaik maka inovasi industri serabut kelapa menjadi jawabannya.

Melalui produk turunan sabut kelapa, arang tempurung, air kelapa dan lainnya yang selama ini belum optimal dan terbuang percuma.

“Kami serius memperjuangkan ini semua. Itu sebab kehadiran PT Rekadaya Multi Adiprima dapat melihat hal-hal baru yang bisa diterapkan. Untuk kesejateraan warga Minsel,” harap Bupati.

Pihak Rekadaya Multi Adiprima sendiri melalui Direkturnya Farri Aditya secara singkat memberi gambaran profil perusaahan yang akan tancap kukuh di Minsel itu. Secara singkat ia mengatakan bahwa perusahaaannya bergerak dalam pengolahan limbah industri Perkebunan, limbah tekstil dan limbah plastik, seperti serabut kelapa, sisa potongan kain dan botol plastik minuman yang diolah menjadi berbagai produk antara lain bahan pembuatan spring bed, furniture, vertikal garden pada gedung bertingkat. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed