Air Tak Layak Dikonsumsi, Warga Sorot Proyek SPAM Desa Touliang Oki

Bak air proyek SPAM yang dibangun di Desa Toliang Oki.

PENAMPUNG: Bak air dari proyek Sistem Penyediaan Air Minum  yang dibangun di Desa Toliang Oki.

 

Wartasulut.Com, Tondano – Keberadaan proyek pekerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Touliang Oki Kecamatan Eris menuai sorotan warga. Pasalnya, selain air tak layak dikonsumsi, distribusi air masih banyak belum dinikmati warga.

“Uji coba sudah dilakukan dan awalnya warga menikmati air namun hanya sementara, padahal jaringan sudah masuk ke rumah warga,” ujar Margaretha Pakasi, warga setempat.

Ia menceritakan, lokasi bak penampung air terletak di tempat ketinggian, namun kontraktor hanya membuat 1 stop kran guna mengontrol distribusi air berjalan lancar di ujung desa. “Tapi faktanya, warga yang bermukim di ujung desa tidak memperoleh air, karena air hanya mengalir ke daerah pedataran di tengah desa,” tuturnya.

 

 

KONTROL: Meter air yang dibuat guna mengontrol kelancaran distribusi air.

KONTROL: Meter air yang dibuat guna mengontrol kelancaran distribusi air.

 

Senada dikatakan Denny Kawilarang, warga lainnya. Menurutnya, Dinas PUTR sebagai pengawas hendaknya mendesak pelaksana proyek atau kontraktor untuk melakukan perbaikan. “Air merupakan kebutuhan mendesak jangan sampai banyak warga kecewa,” ucapnya.

Denny mengaku heran dengan nama proyek SPAM, tapi manakala hujan mengguyur, airnya kabur sehingga tak dapat dikonsumsi warga. “Berarti saringan untuk menjernihkan air bermasalah. Pantasan air berwarna kabur dan tak layak dikonsumsi warga,” semburnya.

Sepengetahuannya, pekerjaan proyek sudah di PHO dan tinggal memasuki masa perawatan.

Lebih lanjut, baik Margaretha maupun Denny mendesak dinas terkait untuk tunda dulu pencairan ke pihak kontraktor sebelum dilakukan perbaikan dan warga bisa merasakan manfaat dari proyek SPAM ini. Sekedar diketahui, proyek pekerjaan SPAM mata air terlindungi Desa Touliang Oki Kecamatan Eris dikelola oleh CV. KARYA INOVASI. Sumber dana APBD Minahasa dengan nilai kontrak kontrak Rp.779.869.000,00.

Sementara itu, hingga berita ini terekspos, Dinas PUTR Kabupaten Minahasa belum sempat dikonfirmasi.

Informasi yang diperoleh wartawan media ini, sejumlah pejabat sementara tugas luar dalam agenda pengurusan anggaran DAK 2019 untuk Kabupaten Minahasa di Kementrian PUPR di Jakarta.(ferry lesar)

bawaslu-1 bawaslu

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan