oleh

Tingkatkan Ekonomi Petani. “Cap Tikus 1978” Resmi Dilaunching Penjualannya Oleh Bupati Tetty.

Foto : penandatanganan prasasti yang menandakan Cap Tikus 1978 Resmi Dijual Legal
Foto : penandatanganan prasasti yang menandakan Cap Tikus 1978 Resmi Dijual Legal
Wartasulut. Com, Minsel — Cap Tikus yang merupakan minuman beralkohol hasil penyulingan air nira yang berasal dari pohon enau. Sebagai mata pencaharian Lebih dari 200 ribu Petani Cap Tikus di daerah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Demi meningkatkan perekonomian petani kini oleh pemerintah daerah minuman Cap Tikus telah dikemas menarik dalam botol dan berlabel cukai sehingga boleh dijual secara legal.
Bupati Tetty saat sambutan
Bupati Tetty saat sambutan

 

Produk asli Minahasa Selatan “Cap Tikus 1978” yang dikemas dalam botol berukuran 320 militer dengan kadar alkohol 45%, pada Senin (7/1) malam ini diruang waleta kantor bupati Cap Tikus dengan harga 80 ribu/botol, resmi dipasarkan secara legal, setelah dilaksahakan launching oleh Bupati DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE.
Bupati DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE. Dalam sambutannya, setelah dilakukan launching “Cap Tikus 1978″ ini yang adalah merupakan produk lokal dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani yang ada di daerah Minsel. Cap tikus dengan kadar alkohol 45% ini yang proses ijinnya memakan waktu selama dua tahun untuk mendapat dilegalkan. Dapat dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan yang datang berkunjung ke daerah Sulut dan ini sangat luar biasa karena mengangkat kesejahteraan ekonomi masyarakat yang ada disini,” ungkapnya.
Cap Tikus 1978 kemasan 320 Ml dipasarkan Rp 80 ribu per botol. (Istimewa)
Cap Tikus 1978 kemasan 320 Ml dipasarkan Rp 80 ribu per botol. (Istimewa)

 

“Produk unggulan yang dapat menjadi pendorong sektor pariwisata sekaligus bentuk kepedulian Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) DR Christiany Eugenia Paruntu SE (CEP) terhadap warganya yang sebagian besar merupakan petani aren (Cap Tikus).
“Saya merasa senang dan bersyukur karena akhirnya setelah berjuang beberapa tahun akhirnya produk cap tikus ini mendapat izin. Ini bentuk komitmen dan perhatian saya terhadap para petani cap tikus di Minsel maupun Sulut yang secara keseluruhan berjumlah 200 ribu lebih petani. Dan saya mengimbau pihak perusahaan untuk membeli cap tikus dari petani dengan harga yang baik,” pesan bupati yang telah menyabet segudang prestasi.
“Kepada semua pihak diminta untuk boleh mendukung apa yang dilakukan ini dalam mengangkat nilai ekonomi minuman cap tikus. “Tak bisa dipungkiri peran dan kontribusi petani cap tikus di Minsel pada pembangunan selama ini. Dan ini menjadi salah satu alasan saya untuk terus memperjuangkannya,” tegas Ibunda terkasih Adrian Jopie Paruntu ini.
Lanjutnya, produksi cap tikus ini akan ikut mendorong sektor perekonomian rakyat serta pariwisata Minsel bahkan Sulut yang akan ikut dikenal hingga ke seluruh dunia. “Saat ini produk cap tikus ini sudah menghebohkan dunia, terbukti dari Amerika, Eropa dan Jepang sudah menghubungi untuk memesan,” terang Bupati CEP yang mengaku produk cap tikus ini akan dikembangkan dalam beberapa produk minuman, salah satunya minuman Soju.
Mewakili pihak perusahaan Nico Lieke mengakui dan memberikan apresiasi pada perjuangan Bupati CEP yang gigih memperjuangkan izin Cap Tikus 1978.
“Luar biasa perjuangan ibu Bupati Tetty selama 2 tahun terus memperjuangkan hingga mendapat izin dari pihak berkompeten di pusat,” aku Nico yang mengaku siap membeli cap tikus di Minsel bahkan Sulut dengan harga bagus.
Apresiasi juga diungkapkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang diwakili Kadis Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang. “Pak Gubernur Olly memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dengan diproduksinya minuman ini, yang akan ikut mendorong sektor pariwisata kita,” tandas Mewengkang.
Bersamaan dengan kegiatan launching minuman cap tikus 1978 dilakukan penandatanganan prasasti serta pemukulan tetengkoren oleh Bupati CEP bersama para undangan yang hadir. Kegiatan acara semakin hangat dengan penampilan group band Basqilano. (feidy Lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed