Berkat Dandes Warga Desa Picuan Satu Terhindar Dari Longsor.

Foto : pelaksanaan pekerjaan talud dipemukiman warga jaga 5

Foto : pelaksanaan pekerjaan talud dipemukiman warga jaga 5

Wartasulut. Com, Minsel — Melihat maraknya musibah tanah longsor yang banyak menimpah warga Desa Picuan Satu, Kecamatan Motoling Timur. Pemerintah Desa Picuan Satu membangun talud di empat titik desa yang sering terjadi longsor. Pasalnya, hampir setiap tahun saat musim hujan, empat titik tersebut menjadi lokasi wajib terjadinya longsor di desa.
“Kami sudah langganan terkena longsor karena lokasi pemukiman berada di dekat curam. Apalagi saat musim hujan, paling parah tahun 2016 longsor sampai menutupi rumah sampai hancur. Beruntung kami sempat selamatkan diri,” ujar Maisye Kesek warga yang rumahnya sering terkena longsor, Jumat (25/1).
Namun Kesek bersyukur pemerintah desa telah membangun talud untuk menahan tanah supaya tidak longsor di belakang rumahnya. “Saat ini pemerintah desa dengan dana desa sementara membangun talud sehingga kami merasa aman apalagi saatusim hujan seperti ini,” ungkapnya.
Senada Sudianto Lendo warga jaga lima yang juga rumahnya menjadi sasaran longsor setiap tahunnya. “Biasanya dapur kami jadi korban longsor. Akhirnya dibongkar terus dan pindahkan lokasi dapur. Tapi saat ini ada Dandes dan sementara dibuat talud. Syukur kami berkat program Presiden Jokowi lewat dandes telah selamatkan kami,” ujarnya di lokasi pembangunan talud.
Terpisah Sekertaris Desa Picuan Satu Lexi Langoy mengatakan, pembangunan talud diprogramkan untuk menjawab keresahan warga desa. “Karena banyak titik di desa, kurang lebih ada empat titik yang sering longsor. Sehingga anggaran Dana Desa tahap tiga tahun 2018 senilai Rp 400an juta digunakan untuk pembangunan talud di empat titik tersebut. Saat ini sementara jalan pembangunan,” tukasnya.
Sementara itu, Hukum Tua desa Syulce Marentek mengungkapkan memang sebelum ada progra. dana desa, lokasi pemukiman di jaga satu, dua, tiga dan lima memang rawan longsor. “Sehingga dana desa program presiden sangat menyentuh warga desa karena dengan dana itu bisa dibangun talud sebagai program penyelamatan pemukiman. Selain itu untuk pekerja pembangunan talud menggunakan tenaga warga desa jadi sembari memberikan lapangan pekerjaan,” tukas Marentek.(Feidy lahope)
bawaslu-1 bawaslu

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan