oleh

Harga Jagung Terus Turun, Petani Minta Pemerintah Cari Solusi Terbaik.

FB_IMG_1552544567295
Wartasulut. Com, Minsel — Masuk masa panen raya harga jagung yang terus turun kelewel terendah. Penurunan harga jagung hingga menyentuh Rp 2700/kg. Membuat para petani merugi, mereka berharap harga jagung boleh membaik.
“Harga saat ini Rp 3100 Sebelum panen raya Rp 5500. Namun setelah panen raya harga milu mulai berangsur turun hingga pernah sampai ke level paling bawah Rp 2700,”ucap salah satu petani Herman Frans, Kamis (1/03) .
Lanjut Frans, sangat disayangkan sekarang masyarakat kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sedang giat-giatnya menanam jagung, tak diimbangi dengan ketersediaan tempat penampung jagung yang cukup besar untuk menyimpan hasil panen petani, sehingga pada proses panen raya, para penampung yang ada di Minsel kewalahan dalam membeli hasil panen. “Dengan begitu kami harus menjual ke penampung yang ada diluar Minsel, mereka juga berdalih stok milu dari petani melimpah sehingga harga dari normal diturunkan,”ujar Frans
Senada juga dikatakan Jemmi Pangkey. Penurunan harga ini sudah berulang kali terjadi saat panen raya tiba. “Seperti biasa harga milu akan stabil harga setelah panen raya. Sebagai petani kami berharap apa yang dirasakan para petani dapat diperhatikan pemerintah daerah agar boleh dicarikan solusi dalam menjaga kestabilan harga jagung. ” harap Pangkey.
Sementara itu dilain waktu kepala dinas Pertanian Kabupaten Minsel, Franky Pasla mengatakan, harga jagung tergantung harga pasar. “Saya harap para petani terus melakukan produksi jagung, karena kami selaku pemerintah terus berupaya membantu agar harga jagung meningkat. Kan, saat ini harga jagung sudah berangsur naik,” pungkas Pasla. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed