oleh

Alat Pemeriksa Uji KIR Rusak. Pemeriksaan Kelayakan Kendaraan DiMinsel Tak Maksimal.

IMG20190326135157IMG20190326135713

Foto : alat pengujian diBalai KIR Minsel

Wartasulut. Com, Minsel — Alat pemeriksa uji KIR Balai Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) yang terletak diDesa Kapitu Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan. Tak lagi berfungsi sehingga pengujian tak dapat dilakukan dengan maksimal.
Kerusakan pada setiap alat pengujian ada pada bagian indikator. Akibatnya, untuk melakukan pengujian terpaksa dilakukan secara manual.

Kepala Satuan Pelayanan Balai Pengujian Kendaraan Jerry Tatingking mengatakan kerusakan pada alat uji KIR terjadi pada pengujian Emisi Gas Buang, keseimbangan bola kendaraan, terlebih Rem kerusakannya lebih parah. Dengan begitu pengujian tak bisa dilakukan sesuai dengan standard,” ujarnya, Selasa (26/3).

Semua alat pengujian manfaatnya sangat penting. Namun yang paling utama ialah Alat pemeriksa rem merupakan alat berupa tiga silinder baja sepanjang satu meter yang letaknya menyatu dengan lantai. Kendaraan yang diuji diminta meletakkan sumbu depan (roda bagian depan) tepat di atas silinder. Nantinya silinder akan diputar oleh motor dan pengendara diminta menginjak rem. Apabila kondisi rem kendaraan masih bagus, silinder yang berputar akan berhenti.

Kerusakan tersebut mengakibatkan pengujian terhadap pengereman kendaraan dilakukan secara manual. Dari yang seharusnya dilakukan dengan mesin kini uji pengereman dilakukan secara manual. Yakni, petugas mengendarai kendaraan kemudian melakukan pengereman untuk mengujinya.

“Dalam kecepatan tertentu apabila remnya tidak pakem, silindernya pasti masih berputar. Untuk memeriksa kadar pakemnya sensor alat lah yang memeriksa,” katanya.

Diakui Jerry, dibanding menggunakan alat, ada penurunan akurasi pengujian sekitar 5 persen. Namun pengujian yang dilakukan cukup memadai untuk mengukur tingkat pengereman kendaraan.

“Kita bisa melihat dari jejak ban kendaraan bila rem nya tidak berfungsi baik. Sejak beberapa tahun lalu kita sudah meminta kedinas perhubungan untuk menganggarkan dalam APBD agar boleh melakukan pengadaan alat baru, namun sampai saat ini belum ada kejelasan.

Tatingking berharap agar peralatan yang ada bisa diganti baru. Dengan begitu pengujian dapat dilakukan¬† dengan maksimal. Jika peralatan yang ada tak diganti sebaiknya balai pengujian ini ditutup.”Ujarnya

Jika balai pengujian kendaraan bermotor Minsel ditutup. Tak ada lagi pendapatan dari pengujian KIR maupun penerbitan injin trayek. Hal ini akan berdampak pada pendapatan asli daerah yang ada pada dinas perhubungan. (Feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed