oleh

Dibangun Miliaran Rupiah Pabrik Gula Aren Dan Bioetanol Tinggal Rongsokan.

IMG20190326142510
Foto : Keadaan pabrik pengolah gula aren dan Bioetanol sejak lama terbengkalai. Selain sudah ditumbui rumput liar, mesin dan peralatan habis dicuri
Wartasulut. Com, Minsel — Habis anggaran negara miliaran rupiah Pabrik Gula Aren dan Bioetanol. yang terletak di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat tinggal barang rongsokan. Kondisi bangunan dipenuhi rumput ilalang dan peralatannya pun habis dicuri orang.
Pantauan wartasulut. Com di lokasi, kedua pabrik yang berdekatan itu sudah dalam kondisi tidak terurus. Bangunannya hanya jadi tempat tidur ternak sapi masyarakat.
IMG20190326142712
“Dibangun sekitar tahun 2009, Pabrik ini hanya beroperasi beberapa bulan setelah diresmikan oleh Prabowo Subianti. Pada era Bupati Luntungan,” ungkap warga Kapitu Jhon Rey saat ditemui sedang berternak sapi di sekitar pabrik, Kamis (28/3).
Ditambahkannya selang beroperasi selama beberapa bulan, pabrik diterlantarkan bersama alat-alat dan mesinnya. Saat ini kondisi pabrik tersebut sangat memiriskan dimana peralatan dan mesin-mesinnya sudah jarah oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.
“Karena telah diterlantarkan, mulai dari mesin hingga peralatan lainnya sudah hilang dicuri. Tidak tahu dicuri oleh siapa, bahkan lampu serta genzet 2 unit berukuran besar tak luput dari pencurian, besi-besi yang ada dalam pabrik pun dipotong-potong. Baik pabrik aren maupun bioetanol kondisinya sama, peralatannya telah dicuri,” jelas Rey.
Senada juga dikatakan Sandro Setligh petani yang berkebun diseputaran areal pabrik. Pria parubaya itu mengungkapkan, pada waktu pabrik beroperasi warga sekitar sudah bisa merasakan manfaat gula aren dari pabrik tersebut. Dimana masyarakat dapat membeli dipabrik dengan harga jauh lebih murah dari harga pasar. Tapi itu tidak lama, setelah tidak tak beroperasi lagi. Mesin-mesin di situ sudah dicuri tidak tahu oleh siapa,” ungkapnya.
Dia menambahkan, saat beroperasi pabrik mempunyai dua mobil tangki stainles untuk mengangkut air saguer (Air Nira) dari petani. “Tapi kini kedua mobil tersebut entah dimana sepertinya sudah disembunyikan. “Ujar Sandro
Sebagai masyarakat yang bermukim diseputaran pabrik mengharapkan, pemerintah kabupaten untuk memperhatikan dan dapat menfungsikan kembali pabrik tersebut. “Karena sayang pabrik yang dibangun miliaran rupiah ini dibiarkan terbengkalai. Apalagi itu bisa membantu warga sekitar mendapatkan gula aren dengan harga murah  jadi mungkin tiga gedung ini bisa difungsikan kembali,” tukasnya. (Feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed