oleh

Alami Kekeringan Sekitar Seratus Hektare Padi Petani Tawaang Barat Terancam Gagal Panen.

IMG20190508143342
 
Wartasulut. Com, Minsel — Musim kemarau kini melanda kabupaten Minahasa Selatan menyebabkan debit air yang ada disaluaran irigasi Desa Tawaang Raya Kecamatan Tenga mengalami penurunan secata drastis. Hal ini berdampak sawah milik petani yang mencapai 100 Ha tak lagi dialiri air.
“Kekeringan yang terjadi pada lahan persawahan, hal ini mengakibatkan padi milik petani yang kini mulai berbuah terancam tak bisa dipanen, karena air yang adalah merupakan kebutuhan utama untuk membantu proses pertumbuhan padi sudah tidak ada lagi.
Marthen Sarongsong salah  seorang petani kepada media ini, sebagai petani yang menggantungkan hidup keluarga dari hasil sawah merasa sangat sedih, melihat padi yang ditanam pada sekitar 2 bulan yang lalu dan kini telah masuk pada masa untuk berbuah tak lagi digenangi air. Yang semestinya ketika masuk pada tahap masa berbuah padi membutuhkan suplai air yang cukup untuk proses pertumbuhan buah yang dihasilkan, sebagai petani apalah daya yang bisa kami lakukan untuk mendapatkan air demi pertumbuhan padi yang kami miliki. Selain berharap adanya perhatian dari pemerintah guna membantu agar kondisi air yang ada pada saluran irigasi bisa mengalir sawah kami, dengan begitu tanaman padi yang ada dapat menghasilkan hasil yang baik dalam menopang kebutuhan hidup keluarga. “Ungkap Sarongsong, Rabu (8/5)

“Terpisah Hukum Tua Desa Tawaang Barat Braedly Nongkan, mengungkap. Sebagai pemerintah kami telah berusaha untuk membantu para petani, pada beberapa waktu lalu bersama dengan masyarakat pemerintah desa melaksanakan kerja bakti membuka saluran irigasi yang telah hampir 20 tahun tak terpakai, hal diharapkan agar air yang bisa mengalir kesawah milik petani. Namun seiring dengan musim kemarau debit air yang bersumber  dari Desa Tawaang mengalami penurun. Oleh masyarakat yang ada ditawaang debit air yang tinggal sedikit tak lagi dialirkan melalui saluran irigasi, namun hanya diperuntukkan untuk mengaliri kolam-kolam ikan milik mereka. Kondisi ini membuat sawah petani tak lagi air yang mengalir. Akan apa yang  terjadi ini  kami mengharapkan pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat  memberikan solusi membantu para petani agar padi yang mereka tanam boleh menghasilkan, “ujar Nongkan (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed