oleh

Kuota Pupuk Subsidi Tidak Mencukupi, Sejumlah Lahan Pertanian Modoinding Terancam Ditelantarkan.

pupuk-subsidi_lampost-co-
Wartasulut. Com, Minsel — Ketersedian pupuk bersubsidi yang dialokasikan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan para petani Minahasa Selatan (Minsel) pada tahun 2019 ini jauh dari jauh dari kebutuhan para petani.
Pengalokasian pupuk yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani. Membuat sejumlah petani yang ada diKecamatan Modoinding mengeluh. “Saat ini untuk mendapatkan pupuk bersubsidi petani harus melalui Poktan dan wajib memasuki RDKK, sebagai syarat untuk menerima pupuk subsidi itu, jumlahnya pun tak sesuai dengan kebutuhan karena harus berbagi dengan yang lainnya. Karena jatah yang diberikan pemerintah sangat jauh dari kebutuhan. ” ujar Roy Sengkey salah satu petani.
Kekurangan kuota pupuk bersubsidi yang diterima pada tahun ini dibenarkan salah satu distributor pupuk di Sulut Jones Kaseger. Dirinya membenarkan pupuk subsidi menyesuaikan dengan kuota yang ada.
Pasalnya alokasi kementerian untuk pupuk subsidi di Sulut hanya 13.000 ton di tahun ini. “Itu tidak akan cukup untuk Minsel apalagi Sulut. Pasalnya, kebutuhan pupuk untuk Kecamatan Modoinding saja 18.000 ton per tahun,” ungkapnya saat ditemui di Modoinding, Selasa (7/5) kemarin.
Dia menambahkan, dari 13.000 ton alokasi pupuk subsidi, Minsel sendiri hanya dapat 2000an ton. “Kemudian dibagikan 17 kecamatan, jadi hanya 117,6 ton per kecamatan. Jadi tidak akan cukup kalau untuk memenuhi kebutuhan petani di Minsel,” tambahnya.
Untuk itu, solusi yang menurutnya cukup baik untuk membantu ketersediaan pupuk untuk para petani di Minsel yaitu menyediakan pupuk non subsidi. “Kemudian juga harus dianggarkan di APBD. Bisa juga untuk setiap desa untuk dianggarkan di dandes untuk alokasi untuk pupuk untuk bantu petani,” tukas Kaseger. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed