oleh

Dampak Penutupan Pabrik. 500an Lebih Buruh Dan Karyawan PT. TMC Kini Jadi Pengangguran.

Foto : salah satu ruangan produksi dalam pabrik
Foto : salah satu ruangan produksi dalam pabrik

 

Minsel, Wartasulut. Com — Sekitar 5 ratusan lebih buruh dan karyawan yang bekerja pada PT.Tri mustika coco Minaesa (TMC), kini jadi pengangguran pasca ditutup pengoperasian pabrik oleh pemerintah.

Ditutupnya pabrik yang terletak diDesa Teep Kecamatan Amurang  Barat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) membawah kesengsaraan bagi para buruh yang menggantungkan hidup dari hasil upah yang didapat sebagai pekerja pada pabrik yang memproduksi tepung tapioka ini.

Prihatin dengan apa yang dialami oleh para buruh. Tokoh masyarakat Amurang Frangky Lelengboto pun angkat bicara, menurutnya. Kalau PT. Tri mustika coco Minaesa ditutup karena masalah limbah, tetapi mengabaikan kesejahteraan Tenaga kerja dan keluarganya. Menjadi pertanyaan jangan-jangan ada interest dan kepentingan Politik yang sedang dimainkan. Kalau perusahan ini relah ditutup, bagaimana dengan perusahaan lainnya yang penahanan pengelolaan Limbah sama amburadulnya tapi tidak ditutup..?

“kasihan 500an buruh dan karyawan di perusahan itu..!!! yang kehilangan pekerjaan, bagaimana mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apakah masalah limbah ini tidak bisa dibenahi. Pihak-pihak yang berkompeten dengan masalah ini diharapkan untuk dapat duduk bersama mencari solusi yang terbaik, agar permasalahan ini boleh dapat diselesaikan, “ujar Lelengboto

Empati dengan apa yang dialami  oleh sebagian masyarakat yang terkena dampak Ditutupnya PT. Tri mustika coco Minaesa. Hukum Tua Grace Sangian berserta unsur Badan Pemerintahan Desa (BPD) Desa Teep melakukan pertemuan dengan Kelapa Dinas Lingkungan Hidup Minsel Roy Sumangkut, guna memperjuangkan nasib sekitar 30% masyarakat yang bekerja sebagai buruh maupun karyawan pada perusahaan. Agar sangsi yang diberikan untuk dapat dicabut, dan para buruh maupun karyawan boleh bisa bekerja lagi.

Sejumlah buruh maupun karyawan yang ditemui media ini, Sabtu (20/7), mengungkapkan kekecewaan mereka dengan penutupan perusahaan tempat mereka mencari nafkah dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

“Para buruh serta karyawan sepakat hari Senin pekan depan akan melaksanakan aksi demo kekantor DPRD Minsel, meminta para wakil rakyat untuk mencarikan solusi terkait permasalahan yang mereka alami. “Ungkap mereka.

Ditutupnya pengoperasian PT. TMC membawa dampak negatif bagi minsel. Dimana 500an  pekerja yang kehilangan pekerjaan menyebabkan tingkat pengangguran meningkatkan, bahkan berimbas pada penurunan harga kelapa karena pabrik ini adalah satu pembeli kelapa terbesar diminsel, serta berbagai dampak lainnya. (feidy lahope).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed