oleh

Donni Rumondor : Budaya Mapalus Terpeliraha Baik DiMasyarakat Kinamang.

Foto : pemdes, masyarakat serta TNIdan Polisi saat melaksanakan pekerjaan perbaikan.
Foto : pemdes, masyarakat serta TNIdan Polisi saat melaksanakan pekerjaan perbaikan.
 
Minsel, Wartasulut. Com — Datangnya bercana alam tak bisa diprediksi, seperti yang terjadi diDesa Kinamang Kecamatan Maesaan, pada Kamis Kamis 4 Agustus sekitar pukul 8 malam, gemuru terjangan angin puting beliung menyerang pemukiman warga.
Terjangan puting beliung yang hanya berlangsung beberapa menit saja, menghancurkan bagian atap 5 rumah warga yaitu Keluarga Wauran-Solang, Torondek-Kasenda, Purun-Mongkau, Mongkau-Roring, Janda Suoth-Timbuleng.
Simpati bahkan empati dengan apa yang dialami para keluarga, budaya mapalus langsung dilaksanakan masyarakat Desa Kinamang demi membantu para korban. Dibawah pimpin Hukum Tua Doni Rumondor masyarakat mulai mengumpulkan sejumlah bantuan untuk memperbaiki rumah-rumah yang hancur oleh puting beliung.
IMG-20190809-WA0018
Bantuan yang dikumpulkan antara lain balok kayu, seng, makanan, air mineral, uang, serta sejumlah bantuan lainnya. Bukan cuman itu saja masyarakat secara mapalus (bekerjasama) memperbaiki kerusakan yang terjadi dikelima rumah warga.
Hukum Tua Desa Kinamang Doni Rumondor, Budaya “Mapalus” memang masih terus dilestarikan dan terpelihara dengan baik ditengah kehidupan masyarakat Kinamang. Budaya Mapalus selalu dipakai baik dalam kegiatan suka maupun duka, apa terlebih dalam kejadian seperti ini. Respon masyarakat meringankan beban para keluarga sangat tinggi, ada yang memberikan bantuan bahan tapi juga ada yang memberikan bantuan tenaga dengan begitu dalam jangka waktu 1 hari saja rumah warga yang rusak dapat diperbaiki.
Lanjut Rumondor sebagai Hukum Tua menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat, unsur BPD, pihak kepolisian, serta Danramil Kecamatan Tompasobaru Berti Matahang yang telah turun langsung bahkan bersama masyarakat melaksanakan pebaikan. “Ungkapnya
Terpisah Danramil Kecamatan Tompasobaru Berti Matahang, mengatakan apa yang dilakukan ini sudah menjadi bagian dari tugas TNI. Kiranya budaya mapalus yang dilakukan masyarakat Kinamang dapat dicontohu oleh masyarakat desa yang lain, sebagaimana yang diwariskan para pendahulu kita. Ketika kita saling membantu tentu akan tercipta keakraban hal ini akan melahirkan kedamaian dan ketentraman ditengah masyarakat.”ujar Matahang (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed