oleh

Kembangkan Kearifan Lokal, Pimpinan OPD Minsel Gunakan Pakaian Adat DiUpacara HUT RI ke-74.

Foto : para pimpinan OPD dengan menggunakan pakaian adat foto bersama dengan Bupati serta Wabup usai pelaksanaan upacara.
Foto : para pimpinan OPD dengan menggunakan pakaian adat foto bersama dengan Bupati serta Wabup usai pelaksanaan upacara.

 

Minsel, Wartasulut. Com — Seiring berjalannya waktu kini bangsa Indonesia telah menapaki usia yang ke-74 tahun. Menghayati atas  karya perjuangan yang dilakukan para pahlawan dalam merebut bahkan mempertahankan kemerdekaan, pemerintah daerah kabupaten Minahasa Selatan  melaksanakan upacara peringatan detik-detik Proklamasi yang dilaksanakan dihalaman kantor bupati, Sabtu (17/8).

Pelaksanaan upacara dengan inspektur upacara Bupati Cristiany Eugenia Paruntu, SE dan diikuti oleh Wakil Bupati Franky Donni Wongkar,SH, Forkopimda Minsel, Sekretaris Daerah, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kaum Veteran, jajaran ASN, para siswa serta tamu undangan lainnya, berlangsung penuh khidmat dan penghayatan atas perjuangan para pahlawan.

Peringatan HUT RI tangga 17 Agustus yang dilaksanakan tiap tahun, dikabupaten Minahasa Selatan tahun 2019 ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya dalam upacara para pimpinan OPD menggunakan safari ataupun setelan Jas, ditahun ini para pimpinan OPD menggunakan pakaian adat yang menjadi ciri khas suku Minahasa.

“Memperkenalkan kearifan lokal dengan menggunakan pakaian adat dalam pelaksanaan upacara HUT proklamasi pada tahun ini mendapat apresiasi dari sejumlah masyarakat. Menurut Franky Kerre warga Motoling busana yang digunakan para pejabat hendak mengajak generasi muda untuk terus melestarikan budaya yang kita miliki, walaupun sekarang kita telah berada pada saman moderen tapi apa yang menjadi adat istiadat dan ciri khas masyarakat minahasa jangan sampai hilang. Namun jadikan budaya yang kita miliki seperti halnya busana adat adalah sebuah jati diri masyarakat Minahasa, “Ujar Kerre yang juga tokoh pemuda Motoling

“Senada dengan diatas, Sandi Pangkey mengungkapkan, sebaiknya dibuat peraturan setiap kali pelaksanaan kegiatan acara seperti HUT RI, HUT Minsel serta perayaan hari besar lainnya. Segenap unsur pemerintahan wajib menggunakan pakaian adat, dengan begitu secara tidak langsung kita telah memperlihatkan kepada masyarakat luas inilah keragaman budaya yang ada diminahasa khususnya yang ada pada bagian selatan tanah Toar dan Lumimuut. Hal ini juga akan menginspirasi kaum milenial seakan terhipnotis dengan budaya luar akan mencintai dan berbangga untuk memperkenalkan budaya yang kita miliki. Coba kita lihat Bali oleh karena budaya dan adat-istiadat menjadi salah satu tujuan wisata dunia, hal ini berimbas pada peningkatan perekonomian yang didalamnya kesejahteraan masyarakat.

Oleh pemerintah daerah telah mencanangkan Sulawesi Utara sebagai salah satu tujuan wisata diIndonesia. Pemerintah daerah seharusnya melihat peluang ini, potensi wisata Minahasa Selatan begitu banyak tapi kalau kearifan lokal berupa adat istiadat tak dikembangkan daerah kita tak akan dikenal. Masyarakat juga harus berperan untuk perbanyak sanggar budaya ataupun sarana-sarana yang dapat memberikan edukasi  kepada para generasi muda tentang adat bahkan tari-tarian yang kita miliki, Seperti ucapan Bung Karno bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai adat dan istiadat bahkan tradisi, “ucap Pangkey (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed