oleh

Cegah Stunting Dinkes Minsel Bekali Para Ketua TP-PKK Tingkat Kecamatan.

IMG-20190924-WA0009
 
Minsel, Wartasulut. Com — 
Penyakit Stunting disulawesi Utara kurun waktu tiga tahun terus mengalami peningkatan. Dari hasil pemantauan status gizi (PSG) tahun 2017 sebesar 29,6 persen, sedangkan Minsel 35,9 persen.
“Ini mengalami peningkatan selama tiga tahun berturut-turut, dimana pada tahun 2015, prevalensi stunting sebesar 18,5 persen naik di 2016 sebesar 20,4 persen. Dan di tahun 2017 sudah mencapai 35,9 persen. Guna mengantisipasi hal ini masalah Stunting atau kerdil di Minsel. Dinas Kesehatan Melaksanakan kegiatan pembekalan pencegahan Stunting kepada para ketua TP-PKK kecamatan, yang dilaksanakan diHotel Sutanraja Amurang, Senin (23/9) ini.
Kadis Kesehatan Minsel dr.Erwin Schouten di depan 89 orang Ketua TP-PKK dari delapan Kecamatan, mengatakan Kalau tidak dilakukan pencegahan, sampai tahun 2020 nanti penyalit Stunting dikhawatirkan akan terus naik. Kepada para Ketua TP-PKK yang hadir sekarang dibekali tata cara mencegah stunting dengan pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil. “Hal ini penting karena stunting tidak hanya bicara soal fisik, namun dapat juga berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa, serta mempengaruhi perkembangan emosi. Sangat keliru jika beranggapan pertumbuhan fisik sepenuhnya dipengaruhi oleh faktor keturunan, tidak satupun penelitian yang membenarkan anggapan tersebut,” Ungkap Schouten.
Sementara Kabid Kesehatan Masyarakat Djunaedy Watung mengatakan, sampai saat ini terdata 171 balita di Minsel terkena stunting. “Total Balita di Minsel ada sekira 14.830 dan yang sudah didata melalui Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat, sampai bulan ini baru 4.656 balita. Dari jumlah tersebut sudah kita dapati ada 171 balita terkena stunting atau 3,67 persen,” ungkapnya.
Untuk itu, ditambahkannya, saat ini Dinas Kesehatan gencar suluhkan masalah peningkatan gizi. “Khususnya pada ibu hamil karena semuanya berawal dari situ. Pencegahan diawali di Ibu Hamil dengan asupan makanan yang kaya gizi yang dikonsumsi agar bisa tersalur baik kepada calon bayi,” tukasnya.(feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed