Warga Menduga Pembangunan Jalan Penghubung Raanan Baru-Toyopon Dibangun Setengah Hati.

20190916232357
 
Minsel, Wartasulut. Com — Kerinduan masyarakat Desa Toyopon agar Jalan penghubung keDesa Raanan Baru boleh diaspal untuk mempermudah mereka melakukan aktivitas harus dipendam. Pasalnya, pelaksanaan pembangunan jalan yang sementara dilakukan Dinas PU pekerjaannya terkesan dilaksanakan Setengah hati oleh pemerintah daerah atau tidak tuntas.
“Dari panjang jalan penghubung sekira hampir 8 kilometer, yang dikerjakan hanya Sepenjang 3 kilo. Proses pengerjaannya pun dilaksanakan dari Desa Raanan Baru, sedang ruas jalan 5 kilometer yang kerusakannya sangat parah tidak dikerjakan, terpaksa untuk memasarkan hasil pertanian bahkan pun hasil lainnya masyarakat, kami terpaksa harus memutar mengikuti jalan kearah Desa Keroit yang jaraknya lebih jauh. ” keluh tokoh masyarakat Desa Toyopon Samuel Liando, Senin (16/9).
“Mewakili masyarakat meminta kepada pemerintah daerah, 5 kilometer jalan yang belum dikerjakan untuk dianggarkan dan dikerjakan secepatnya. Jika jalan penghubung desa ini telah diaspal sampai seluruhnya, hal ini akan sangat membantu masyarakat bukan saja memudahkan kami menjual hasil pertanian tapi biaya yang dikeluarkan boleh berkurang, “ujar Liando
Senada dengan diatas, Marthen Kawengian mengungkapkan, jika pembangunan jalan tak sampai keDesa Toyopon sebaik jalan dulu dibangun karena tentu masyarakat tak akan melewati jalan tersebut, kalaupun ada yang melewati pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat siap mengambil resiko, apakah mesin atau bola kendaraannya yang rusak. “Ujarnya
Terpisah, Kadis PU Minsel Ventje Karauwan saat dikonfirmasi mengatakan, pembangunan jalan tersebut bersumber dana alokasi khusus (DAK). “Sebagaimana anggaran yang diluncurkan kementerian untuk pembangunan jalan itu, ya hanya sesuai itu kita bangun. Jadi pengerjaannya sesuai dengan anggaran,” katanya.
Ditambahkan Karauwan, pihaknya juga telah menerima keluhan warga terkait jalan tersebut, namun dia mengatakan pembangunan jalan tersebut harus sesuai yang ditentukan kementerian. “Memang masyarakat menginginkan untuk disambung, tapi kita harus menyesuaikan dari kementerian. Karena kalau kita rubah-rubah nantinya kementerian bisa tahan anggarannya,” jelasnya.
Meski begitu, dia mengatakan akan berupaya melanjutkan menyambung pekerjaan jalan tersebut. “Tapi pekerjaan itu akan dilanjutkan. Kita sudah usulkan ke kementerian, jadi kita menyesuaikan dengan kementerian kemungkinan tahun depan bisa kembali dilanjutkan pengerjaannya kalau dari pusat sudah kucurkan anggaran untuk itu,” tukasnya. (feidy lahope)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan