oleh

Masyarakat Poopo Raya Tantang “Ridel Marentek” Perjuangkan Pembangunan Jalan Penghubung Poopo-Keroit

20191018065113

Minsel, Wartasulut. Com — Sejak dibangun tahun 2008 silam Jalan Pehubung Desa Poopo Barat dan Desa Keroit sepanjang 6 KM tak bisa dimanfaatkan masyarakat yang ada dikedua desa, hal ini disebabkan sarana pendukung berupa jembatan tak kunjung dibangun sampai sekarang. Sehingga pembangunan yang dilaksanakan tersekan mubahsir.

Seperti diungkapkan Ferry Purukan, seharus jalan penghubung Desa Poopo dan Keroit sudah bisa dipergunakan, karena keberadaan jalan dengan panjang 6 Km ini, bukan hanya pada tahap perintisan tapi sudah masuk pada tahap pengerasan, namun sangat disayangkan tepat berada dibagian sungai hanya kaki jembatan saja yang dibuat. Pada kelanjutan pembangunan jalan ini setiap tahun diusulkan dalam kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan Ranoyapo.
“Sebagai masyarakat petani kami menantang anggota DPRD Minsel dapil 4 lebih khusus Ridel Marentek yang adalah masyarakat Poopo untuk boleh memperjuangkan  pembangunan jalan tersebut oleh pemerintah daerah. Dari segi manfaat jika jalan tersebut sudah bisa dilalui akan sangat membantu para petani untuk menghemat biaya angkutan saat mengeluarkan hasil pertanian yang kami miliki, Ucap Purukan yang juga Tokoh Masyarakat Desa Poopo Barat. Jumat (18/10)
Terpisah Manuel Wowiling Warga Desa Poopo, mengatakan, pemerintah daerah seakan tak peduli untuk melanjutkan pembangunan jalan penghubung kedua desa (Poopo/Keroit) tersebut, lihat saja, sejak dikerjakan sampai sekarang kondisinya tak ada peningkatan, tak ada tindakan ataupun terobosan yang dilakukan pemerintah untuk merampungkan Pembangunan jalan tersebut tak adanya perhatian pemerintah. Sebagai masyarakat kami kecewa dengan hal ini, sekian tahun kami berharap agar jembatan yang ada boleh dikerjakan tapi ternyata harapan kami hanya sia-sia, karena periode ini ada masyarakat Poopo yang menjadi anggota DPRD Minsel apa yang menjadi keinginan kami boleh diperjuangkan, “ujar Wowiling
Sementara itu Warga Desa Keroit Marthen Mewengkang , mengatakan, jika jalan penghubung desa ini bisa dipergunakan, akan sangat membantu masyarakat Desa Keroit untuk memasarkan hasil pertanian, hanya menempuh jarak 6 Km masyarakat sudah bisa berada dipasar poopo. Tapi karena jalan tersebut tak bisa dilalui, terpaksa kami (masyarakat) harus melalui jalan yang melewati Desa Lalumpe yang jaraknya sekitar 10 Km, jika melalui Desa Raanan Baru harus menempuk jarak 14 Km dengan kondisi jalan rusak parah, situasi ini menyebapkan kami harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk memasarkan hasil pertanian. Sebagai masyarakat Keroit kami berharap pemerintah daerah boleh memperhatikan apa yang masyarakat alami, dengan melanjutkan Pembangunan jalan penghubung ini, sebab hal ini sudah kami usulkan disetiap kali pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Motoling Barat, tapi tak pernah ditindaklanjuti oleh Pemda, Jelas Mewengkang. (feidy lahope)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed