Penerapan Sistem Non Tunai DiTahap 3. Diminta Kaji Kembali

Foto : contoh penggunaan dandes

Foto : contoh penggunaan dandes

 

Minsel, Wartasulut. Com — Dari 15 Kabupaten/Kota yang ada diProvinsi Sulawesi Utara, kabupaten Minahasa Selatan menjadi satu-satunya kabupaten yang menerapkan sistem transaksi non tunai dalam penggunaan keuangan disetiap organisasi perangkat daerah (OPD). Karena dinilai berhasil kini pemerintah daerah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) akan menerapkan pola yang sama sistem transaksi non tunai pengelolaan Dana Desa (Dandes) tahap 3 kepada seluruh desa yang ada diMinahasa Selatan.

Penerapan sistem Transaksi Non-tunai yang akan diterapkan Pemerintah daerah, diminta untuk dikaji kembali. Karena menurut sejumlah hukum tua belum waktunya transaksi menggunakan sistem seperti diatas diterapkan dalam pengelolaan keuangan desa. Sistem Caker dan Maker maupun aprouvman disetiap penggunaan anggaran belum sepenuhnya dipahami oleh pemerintah desa, karena baru disosialisasikan pada pekan kemarin, selaku hukum tua tak mengetahui secara detail mekanisme penerapan sistem ini, untuk itu kami memohon agar kira pemberlakuan sistem ini dapat dikaji kembali karena bila dipaksakan hanya akan memperlambat pelaksaan pembangunan yang ada didesa, jika dikaitkan dengan sisa waktu ditahun 2019 ini, “jelas para hukum kepada media ini saat sedang melakukan pengurusan berkas diDinas PMD, Kamis (14/11) ini

“Sebaiknya sebelum menerapkan sistem transaksi non-tunai sebaik dilakukan penguatan pengetahuan mekanisme transaksi ini kepada hukum tua, sekdes, maupun unsur pemerintah desa yang terkait melalui  kegiatan bimbingan teknis (Bimtek). Ada baiknya sistem ini diterapkan pada tahun 2020 nanti, “Ungkap para kumtua (fei’la)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan