oleh

Wow!!! Dekorasi Pohon Natal Pemkab Minsel Habiskan Anggaran Ratusan Juta

IMG-20191212-WA0010
 
Minsel, Wartasulut. Com — Pohon Natal yang berdiri kokoh dihalaman kantor Bupati Minahasa Selatan, membawah keindahan tersendiri bagi setiap orang yang melihatnya terkangum. Tapi sangat disayangkan dana yang digelontorkan untuk pengadaan lampu LED sebagai hiasan cukup fantastis mencapai ratusan juta Rupiah.
Sebagaimana yang hasil lelang yang disampaikan bagian LPSE, pagu anggaran pengadaan lampu LED sebesar 450 Juta, penawaran pihak kontaktor disetujui sebesar 447 juta. Terkesan sebagai sebuah pemborosan anggaran tak selayaknya terjadi.
Seperti yang diungkapkan salah satu tokoh pemuda Minsela Maikel Langkay, seharus pemerintah daerah bijak dalam menetapkan anggaran dekorasi pada pohon tersebut jangan hanya menghambur-hamburkan uang saja.
“Masih lebih baik jika sebagian dana yang diperuntukkan untuk bahan natural kepada para fakir miskin, karena dari tahun ketahun pembagian bantuan kepada mereka (fakir miskin) tak semuanya mendapat pembagian. Misalkan diDesa jumlah penerima ada 40 bantuan yang diberikan hanya 20 paket. Ketika disalurkan hanya sebagian saja yang dapat, hal ini menyebabkan terjadinya kecemburuan dan muncullah anggapan pemerintah pilih kasih, ucapnya ,Kamis (12/12)
“Senada juga dikatakan Piter Pangkey warga Amurang, dalam menetapkan anggaran untuk sesuatu pekerjaan pemerintah harus melakukan kajian yang baik agar tak terkesan adanya pemborosan anggaran. Memang sebagai umat yang percaya apa terlebih kita orang Kristen ingin merayakan Natal dengan penuh kemegahan, seakan kita mau tunjukkan kepada dunia bahwa inila para pengikut Tuhan, pada hal jika menghayati dengan keyakinan bahwa Tuhan datang kedunia dengan penuh kesederhanaan. Tapi kita sering salah mengartikan makna kelahiran yang juga diungkapkan dengan kemenangan bahwa Mesias telah lahir membawa keselamatan. Mungkin kita lupa pemerintah selalu menghimbau dalam melaksanakan perayaan Natal hendaknya dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan, namun malah pemerintah sendiri yang melanggar apa yang disampai-sampaikan kepada masyarakat, melakukan pemborosan anggaran untuk hal yang tak sepantasnya.
Coba kita bayangkan jika dana yang begitu besar dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk natura pasti akan lebih bermanfaat. Realita jujur anggaran yang dikeluarkan tak sesuai dengan  pekerjaan yang dilakukan. Semoga ini jadi pembelajaran “ujarnya  (Fei’la)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed