oleh

Mitra Raih Predikat Tertinggi MCP KPK Se Sulut

IMG_20200504_214117

Ratahan. Wartasulut.Com – Walaupun Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), merupakan kabupaten hasil pemekaran kabupaten Minahasa Induk dan dimekarkan oleh kabuapten Minsel, Kabupaten Mitra sudah beradah di level atas melebihi kabupaten lainnya.

BPK

Berkat kegigihan serta perjuangan Bupati James Sumendap SH dan wakil Bupati Jouke legi, Kabupaten ini mendapat prestasi yang sangat membanggakan dimana lewat hasil Monitoring Center For Prevention (MCP) Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendapat predikat tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara.

Dari hasil yang disampaikan oleh KPK kepada 15 kabupaten / kota se Sulut, lewat sosialisasi keberhasilan program pencegahan korupsi terintegrasi dan penjelasan teknis indikator keberhasil MCP yang dilaksanakan secara Virtual dan disaksikan langsung Bupati Mitra James Sumendap SH dan Jajaran, senin (4/5)

Kepada sejumlah wartawan, Sekertaris Daerah (Sekda) Mitra David Lalandos disela-sela kegiatan sosialisasi yang disampaikan oleh Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) KPK mengatakan bahwa kegiatan ini memaparkan terkait MCP yang meliputi berbagai indikator penilaian seperti perencanaan dan penganggaran, APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, APIP serta dana desa.

”Ada 8 area intervensi yang menjadi poin penilaian MCP oleh KPK dan hasilnya Mitra berada di urutan pertama untuk implementasi MCP program KPK tahun 2019. Pencapaian atas arahan Bupati Mitra James Sumendap dan diimplementasikan dengan baik oleh seluruh ASN.” Ucap Lalandos

“Bupati Mitra James Sumendap SH, hasil yang diberikan KPK sudah cukup baik, tetapi masih ada beberapa indikator yang akan terus kabupaten Mitra benahi salah satunya sektor pendapatan.

Ada hal menarik yang disampaikan oleh kasatgas yakni ada beberapa point yang tidak perlu belajar sampai ke Jawa atau daerah lain cukup belajar di kabupaten Mitra.

”Mitra siap membagi ilmunya, datang saja ke mitra, kami akan bantu Inspektorat, badan keuangan serta aset, tak terkecuali pemerintah propinsi kalau mau berguru di Mitra, tak perlu gengsi karena ini membangun Indonesia bukan hanya membangun Mitra,” ujar Sumendap.

(Fred)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed